Prabowo Resmikan Program PLTS 100 GWp, Investasi Rp 1.140 Triliun dan Target Serap 5,5 Juta Pekerja
INSIDERINDONESIA.COM — Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu maksimal dua tahun bagi jajaran tim energi untuk merealisasikan megaproyek PLTS 100 GWp. Target ini dipangkas dari usulan awal tiga tahun, merujuk pada keberhasilan program swasembada pangan yang disebutnya rampung lebih cepat dari jadwal.
"Dulu swasembada pangan saya beri target empat tahun, tim ekonomi, tim pertanian, tim pangan berhasil satu tahun. Berarti kalau saya kasih target tiga tahun untuk tim energi, ya ngga lah, dua tahun lah ya," ujar Prabowo dalam siaran daring yang dikutip Rabu (26/8/2026).
Proyek ini tidak hanya mengejar bauran energi bersih, tetapi juga dirancang sebagai mesin penyerap tenaga kerja massal. Pemerintah memproyeksikan total 5,5 juta lapangan kerja akan tercipta selama masa konstruksi dan operasional PLTS yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Perbandingan Kapasitas: Melampaui Total Listrik Eksisting
Angka 100 GWp yang dikejar pemerintah hampir 14 persen lebih besar dari total kapasitas pembangkit listrik yang telah terpasang di seluruh Indonesia saat ini. Prabowo menegaskan komitmennya dengan menyebut proyek ini sebagai langkah serius menuju kemandirian energi.
"Dan hari ini adalah hari yang penting kita launching listrik dari tenaga surya 100 giga watt untuk bangsa Indonesia. Sebagai bayangan menteri ekonomi seluruh listrik Indonesia sekarang 88 giga watt. Kita akan membangun 100 giga watt. Dan kita tidak main-main," tegasnya.
Tahap Awal: 14 Proyek dengan Kapasitas 5.216 MWp
Realisasi fisik dimulai dari 14 proyek prioritas yang masuk dalam tahap tender dan konstruksi dengan total kapasitas 5.216 Mega Watt peak (MWp). Sebaran proyek ini mencakup beberapa kawasan, dengan fokus awal pada wilayah yang selama ini masih bergantung pada pembangkit diesel.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan, khusus untuk Bali, PLTS berkapasitas 1.000 MW akan menggantikan peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Langkah ini disebut mampu memangkas konsumsi solar PLN hingga 0,6 juta kiloliter setiap tahunnya.
"Khusus untuk Bali dengan kita memakai 1.000 Megawatt itu mampu melakukan efisiensi 0,6 juta kiloliter solar yang dilakukan oleh PLN. Selama ini ternyata Bali ini masih pakai PLTD. Jadi tidak heran kemudian kalau ini kita lakukan di Bali Pak karena kampanyenya adalah green energy," jelas Bahlil dalam kesempatan yang sama.
Integrasi Ekonomi Masyarakat Pesisir
Program ini tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur pembangkit. Pemerintah mengintegrasikan PLTS dengan skema productive use of energy yang menyasar masyarakat pesisir dan pulau terpencil, seperti penyediaan fasilitas cold storage, mesin pembuat es, hingga pengisian daya kapal listrik bagi nelayan.
Prabowo menekankan bahwa proyek ini harus menjadi momentum hilirisasi industri energi dalam negeri. Ia berharap komponen utama seperti panel surya dan baterai tidak lagi bergantung pada produk impor.
"Jika mataharinya matahari Indonesia, panel suryanya dibuat oleh jerih payah rakyat Indonesia dan baterai listriknya dihasilkan dari keringat tenaga kerja Indonesia maka energi surya ini adalah energi Indonesia, energi Ibu Pertiwi," tandasnya.