Breaking

BYD Salip Mitsubishi dan Suzuki di Juli 2026, Penjualan Mobil Nasional Tembus 517 Ribu Unit

RE
Minggu, 30 Agustus 2026
BYD Salip Mitsubishi dan Suzuki di Juli 2026, Penjualan Mobil Nasional Tembus 517 Ribu Unit

INSIDERINDONESIA.COM — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan wholesales atau pabrik ke dealer mencapai 517.742 unit selama tujuh bulan pertama 2026. Angka ini naik signifikan dari 437.544 unit pada periode yang sama di 2025.

Lonjakan permintaan terlihat jelas pada Juli lalu, di mana wholesales mencapai 81.115 unit. Capaian itu naik 4,5 persen dibanding Juni dan melesat 33,3 persen dari Juli 2025 yang hanya 60.837 unit.

BYD Tembus Tiga Besar Berkat Lonjakan 181 Persen

Perubahan paling dramatis terjadi di papan atas. BYD mencatatkan penjualan 6.569 unit pada Juli 2026, melonjak 181,3 persen dibanding Juli tahun sebelumnya yang hanya 2.335 unit. Hasil ini menempatkan merek asal China tersebut di posisi ketiga, persis di bawah Toyota dan Daihatsu.

Mitsubishi Motors harus puas berada di bawah BYD dengan 6.143 unit, disusul Suzuki yang membukukan 5.654 unit. Secara kumulatif Januari–Juli, BYD telah mengumpulkan 29.826 unit atau tumbuh 81,6 persen, meski masih bertahan di peringkat kelima.

Rincian Penjualan Wholesales Januari–Juli 2026

  • Toyota: 155.574 unit
  • Daihatsu: 87.670 unit
  • Suzuki: 41.973 unit
  • Mitsubishi Motors: 38.731 unit
  • BYD: 29.826 unit

Di segmen ritil atau dealer ke konsumen, BYD juga menunjukkan tren serupa. Perusahaan membukukan 28.428 unit hingga Juli, naik 72 persen dari 16.532 unit pada periode yang sama tahun lalu. Total penjualan ritel nasional mencapai 511.514 unit.

Segmen 4x2 Masih Jadi Tulang Punggung Pasar

Dari sisi jenis kendaraan, kategori 4x2 tetap mendominasi dengan 46.101 unit terjual pada Juli saja. Angka ini jauh meninggalkan segmen pick up yang mencatat 11.843 unit dan truk dengan 10.031 unit.

Kategori lain yang turut menyumbang volume adalah LCGC 4x2 sebanyak 9.127 unit, double cabin 2.373 unit, serta 4x4 yang hanya 1.002 unit. Segmen bus dan sedan masing-masing mencatat 421 unit dan 217 unit.

Pergeseran posisi BYD ini menjadi sinyal bahwa preferensi konsumen Indonesia mulai berubah. Dari yang sebelumnya didominasi merek Jepang, kini mulai terbuka terhadap pemain baru dengan teknologi elektrifikasi yang lebih agresif. Pertanyaannya, mampukah BYD mempertahankan momentum ini hingga akhir tahun?

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua