Breaking

Prabowo Salurkan Banpres Rp85 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Peralatan dan Kesehatan Jadi Prioritas

RE
Rabu, 16 September 2026
Prabowo Salurkan Banpres Rp85 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Peralatan dan Kesehatan Jadi Prioritas

INSIDERINDONESIA.COM — Presiden Prabowo Subianto menyalurkan Bantuan Presiden senilai Rp85 miliar untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Dana itu menyasar pengadaan peralatan pemadaman hingga pencegahan dampak kesehatan bagi warga terdampak asap. Penyaluran disertai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri soal petunjuk teknis pengelolaannya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian langsung Presiden terhadap penanganan karhutla di Sumsel. Menurut dia, Prabowo telah memimpin rapat koordinasi sebelum memutuskan mengucurkan dana khusus itu.

"Ini bentuk perhatian Bapak Presiden, pemimpin yang sangat hadir di tengah-tengah kita. Beliau sudah melakukan rapat langsung koordinasi, namun juga memberikan bantuan khusus untuk penanggulangan karhutla ini," ucap Raja Juli dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Peruntukan Dana dan Peralatan Pemadaman

Banpres Rp85 miliar dialokasikan antara lain untuk pembelian peralatan penanganan karhutla dan langkah pencegahan dampak kesehatan. Rincian peruntukan itu disampaikan saat penyaluran bantuan di tengah kebutuhan anggaran penanggulangan yang terus meningkat.

Dana tersebut melengkapi anggaran yang sudah tersedia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kementerian terkait, TNI, Polri, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pemerintah pusat menyiapkan banpres sebagai tambahan di luar pos-pos anggaran yang selama ini menopang operasi pemadaman di lapangan.

Surat Edaran Mendagri untuk Pengelolaan

Penyaluran banpres disertai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai petunjuk teknis penyaluran dan pengelolaannya. Surat edaran itu mengatur mekanisme agar dana tidak salah sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah daerah penerima.

Raja Juli menambahkan, koordinasi lintas lembaga menjadi kunci karena karhutla di Sumsel melibatkan lahan gambut yang sulit dipadamkan. Pemerintah daerah diminta segera menyusun rencana penggunaan sesuai juknis yang ditetapkan.

Karhutla Berulang di Akhir Pekan

Persoalan karhutla di Sumsel tidak hanya soal pemadaman. Raja Juli sebelumnya menyoroti pola kebakaran yang meningkat setiap akhir pekan, disertai dugaan adanya pihak yang kembali menyalakan api setelah petugas memadamkan.

Temuan itu menunjukkan penanganan tidak cukup bertumpu pada peralatan dan personel. Penegakan hukum terhadap pembakaran lahan menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti bersamaan dengan penyaluran banpres.

Pemerintah belum merinci jadwal pencairan bertahap maupun daerah di Sumsel yang menerima prioritas. Kementerian Kehutanan menyatakan rincian teknis akan mengikuti juknis dari Kemendagri dan koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua