Sopir Travel Toraja Tewas Ditembak dan Dibakar KKB di Nduga, Jasad Dievakuasi TNI
INSIDERINDONESIA.COM — Seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda, tewas ditembak dan dibakar bersama mobilnya oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Jasad korban berhasil dievakuasi pasukan gabungan TNI dari Koops Habema setelah sempat terkendala kabut tebal di lokasi kejadian.
Koops TNI Habema mengonfirmasi evakuasi jasad Aris Sanda dari lokasi kejadian di wilayah Nduga. Korban merupakan warga perantau asal Toraja, Sulawesi Selatan, yang sehari-hari melayani angkutan logistik dan penumpang pada jalur Wamena menuju Mbua.
Peristiwa bermula saat rombongan kendaraan yang dikemudikan korban dihentikan paksa oleh sekelompok orang bersenjata. Para pelaku memeriksa pengemudi dan penumpang, lalu memerintahkan para penumpang balik arah menuju Wamena.
Aris dibawa ke arah kawasan Danau Habema. Tim pencarian yang menyisir sekitar lokasi kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya.
Korban Dipaksa Rekam Video Dukungan Sebelum Dieksekusi
Sebelum dibunuh, Aris sempat dipaksa membuat rekaman video pernyataan yang berisi dukungan terhadap aksi kelompok bersenjata tersebut. Setelah rekaman itu dibuat, korban ditembak mati dan jasadnya dibakar bersama mobil travel miliknya.
Selama ini Aris dikenal sering membantu mengangkut logistik serta membawa mama-mama Papua yang hendak berjualan ke kota. Perannya sebagai pengemudi dinilai menjadi penghubung ekonomi warga di jalur pegunungan tersebut.
Evakuasi Sempat Terkendala Kabut Tebal
Petugas sempat gagal menemukan jenazah maupun kendaraan pada penyisiran pertama. "Anggota kami sudah merespons ke lokasi dan sekitarnya semalam, tetapi belum ditemukan jenazah maupun kendaraannya," kata Yusuf.
Pencarian diulang pada hari berikutnya karena kendala cuaca. "Hari ini akan dicoba kembali karena semalam terkendala kabut tebal di lokasi," ujarnya menambahkan.
Hingga kini aparat penegak hukum belum menentukan kelompok mana yang bertanggung jawab penuh atas serangan tersebut. "Terlalu dini untuk memastikan," kata Yusuf.
TNI Sampaikan Belasungkawa
Koops TNI Habema menyatakan dukacita mendalam atas tewasnya warga sipil yang dinilai berjasa melayani kebutuhan transportasi masyarakat lokal. Menurut Wirya, korban dikenal sebagai pengemudi yang membantu mobilitas warga di wilayah pegunungan.
"Kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga korban," kata Wirya. Ia menyebut korban selama ini melayani angkutan logistik dan penumpang masyarakat pada jalur Wamena menuju Mbua.
Langkah penanganan keamanan dan pendalaman di lokasi kejadian masih dilanjutkan aparat militer setempat. Pendataan awal terkait penembakan juga terus dilakukan di lapangan.