Jensen Huang Bawa Misi Besar ke Dreamforce: Perusahaan Harus Jadi AI Company
INSIDERINDONESIA.COM — Setiap perusahaan, enterprise, dan negara diprediksi akan menjadi perusahaan AI. Pesan itu disampaikan pendiri sekaligus CEO NVIDIA, Jensen Huang, saat naik panggung Salesforce Dreamforce bersama CEO Marc Benioff. Kemunculan keduanya bertepatan dengan peluncuran Koa, model penalaran CRM pertama Salesforce yang dibangun di atas NVIDIA Nemotron 3 Super.
Huang tidak sekadar berdiri di atas panggung. Ia turun ke kerumunan penonton di Moscone Center, mikrofon di tangan, dengan Benioff berjalan di sisinya. "Kami semua mengikutimu, bro," kata Benioff kepada Huang, disambut tepuk tangan hadirin.
Dari Listrik ke Internet, Kini AI Jadi Lapisan Infrastruktur
Huang menarasikan perjalanan revolusi industri untuk menjelaskan posisi AI saat ini. Dengan listrik, manusia bisa memberi daya pada segalanya. Dengan internet, manusia bisa menemukan apa pun.
"Dan sekarang, dengan kecerdasan buatan sebagai lapisan infrastruktur di seluruh planet ini, kita bisa mengetahui segalanya dan melakukan apa pun," ujar Huang.
Dari sana, ia langsung mengaitkan narasi tersebut dengan pengumuman Koa. Model penalaran pertama Salesforce itu dibangun lewat post-training NVIDIA Nemotron 3 Super menggunakan dataset sintetis proprietary yang diambil dari hampir tiga dekade penerapan CRM enterprise.
Keamanan AI Menurut Huang: Soal Rekayasa, Bukan Pilihan Ganda
Saat Benioff bertanya soal keamanan AI, Huang menjawab tanpa berbelit. Ia menyebut keselamatan sebagai prioritas utama, tetapi menegaskan itu persoalan rekayasa, bukan alasan untuk berhenti berinovasi.
"Jika Anda membangun produk atau layanan dan tidak yakin pada fungsionalitas, kemampuan, atau keamanannya, jangan rilis," kata Huang.
Ia menolak anggapan bahwa inovasi dan keamanan harus saling bertukar tempat. "Inovasi, kecepatan, dan produk yang aman itu pilihan yang salah. Anda bisa memiliki keduanya sekaligus," ujarnya.
Huang menyarankan perusahaan berlari secepat mungkin, tetapi berhenti sejenak bila merasa produk atau perusahaan mulai lepas kendali. "Pastikan Anda melakukannya dengan benar," tambahnya.
Bantah AI Bunuh Industri Software dan Pekerjaan
Sepanjang sesi, Huang menyampaikan visi positif soal masa depan AI. Ia mengaku termasuk yang pertama menolak anggapan bahwa AI akan mematikan industri software.
Ia juga membantah narasi bahwa AI menjadi ancaman bagi lapangan kerja. Menurutnya, ambisi manusia ditambah lonjakan produktivitas dari AI membuat batas pencapaian menjadi nyaris tak terhingga.
"Rangkul AI. Jangan sampai tertinggal," pesan Huang.
Ia memprediksi setiap perusahaan, enterprise, dan negara akan berubah menjadi perusahaan AI. "Ini akan menjadi agentic enterprise," katanya.
Koa Jalan Sepenuhnya di Infrastruktur Salesforce
Karena NVIDIA Nemotron bersifat terbuka, Salesforce bisa melakukan fine-tuning dan menjalankan model sepenuhnya di dalam infrastruktur sendiri. Salesforce memegang kendali atas bobot model, dan tidak ada data pelanggan yang dipakai selama pelatihan maupun inferensi.
"Tidak ada satu byte pun data pelanggan yang digunakan," kata Rohan Kumar, Presiden Platform dan Engineering Salesforce, yang memperkenalkan Koa sebelum Huang naik panggung.
Huang mencatat adopsi model terbuka melonjak dari 30 persen di awal tahun lalu menjadi sekitar 70 persen kini. Perusahaan disebut tetap mengadopsi model tertutup dengan laju eksponensial, tetapi juga membangun AI kustom sendiri.
Sudah Berjalan di Slack, Uji Coba Pelanggan Mulai Oktober
Koa kini sudah berjalan di dalam Salesforce dan menggerakkan agen karyawan di Slack. Model ini akan masuk ke pilot pelanggan pada Oktober sebagai model yang bisa dipilih pelanggan di Agentforce.
Sejumlah nama awal yang terlibat mencakup Formula 1, UChicago Medicine, Baxter Credit Union, 1-800Accountant, Engine, dan Xero. Ketersediaan umum diperkirakan pada musim dingin 2026 di wilayah Amerika Serikat.
Koa dibangun memakai supervised fine-tuning dan reinforcement learning dengan NVIDIA NeMo RL, NeMo Gym, dan NeMo AutoModel. Korpus pelatihannya mencakup skenario enterprise sintetis di lebih dari 14 industri, termasuk manufaktur, jasa keuangan, kesehatan, dan perjalanan.
Dalam CRM Bench milik Salesforce, tolok ukur yang memuat tugas dunia nyata seperti memperbarui peluang, merutekan kasus, atau menjadwalkan tindak lanjut, Koa disebut sudah menyamai atau melampaui performa model terdepan pada aksi CRM dengan kesalahan tiga kali lebih sedikit.