Breaking

Cara Unik Guru SMAN 1 Kalasan Kenalkan Cuaca ke Siswa

CI
Sabtu, 19 September 2026
Cara Unik Guru SMAN 1 Kalasan Kenalkan Cuaca ke Siswa

INSIDERINDONESIA.COM — Siswa SMAN 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, dikenalkan aplikasi pemantau cuaca Windy.com saat jam pelajaran. Metodenya dianggap mirip konten viral di TikTok karena menampilkan visual peta angin dan awan yang bergerak. Guru mata pelajaran geografi punya cara sendiri agar materi atmosfer tidak membosankan.

SMAN 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, jadi lokasi perkenalan aplikasi pemantau cuaca Windy.com kepada para siswa. Pengenalan dilakukan di dalam kelas, bukan lewat teori buku biasa. Siswa yang mengikuti sesi itu langsung menyebut tampilannya "kayak yang viral di TikTok".

Windy.com sendiri bukan aplikasi baru. Situs dan aplikasi ini menampilkan peta interaktif yang memperlihatkan pergerakan angin, awan, hujan, hingga suhu di seluruh dunia. Visualnya berlapis dan bisa digeser-geser seperti peta digital.

Kenapa Windy.com Dipakai di Kelas

Guru memilih Windy.com karena tampilannya lebih hidup dibanding buku teks. Alih-alih menghafal simbol cuaca, siswa bisa langsung melihat animasi angin bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain. Materi geografi dan atmosfer jadi lebih mudah dibayangkan.

Siswa SMAN 1 Kalasan menyebut aplikasi ini mirip dengan konten-konten viral di TikTok yang menampilkan peta cuaca. Bedanya, kali ini mereka memakainya untuk belajar, bukan sekadar menonton. Reaksi itu muncul saat sesi perkenalan berlangsung.

Pendekatan ini termasuk cara mengenalkan literasi data cuaca sejak dini. Siswa tidak hanya tahu istilah, tapi juga bisa membaca pola angin dan awan secara langsung. Aplikasi semacam ini memang sering dipakai untuk riset sederhana, termasuk oleh pemburu badai di luar negeri.

Respons Siswa dan Nilai Edukasinya

Respons siswa cenderung positif karena tampilan Windy.com dianggap menarik. Mereka menyamakan pengalaman itu dengan menonton konten visual di media sosial. Guru berharap cara ini membuat pelajaran geografi tidak lagi terasa kaku.

Penggunaan aplikasi cuaca di sekolah sebenarnya bukan hal baru di beberapa negara. Namun di tingkat SMA, praktik seperti ini masih jarang terdengar. SMAN 1 Kalasan jadi salah satu contoh bagaimana teknologi sederhana bisa masuk ke ruang kelas.

Bagi siswa, kemampuan membaca peta cuaca bisa berguna saat musim hujan atau kemarau. Mereka jadi lebih paham kenapa cuaca di satu daerah berbeda dengan daerah lain. Windy.com menampilkan data itu dalam bentuk visual, bukan angka rumit.

Sesi perkenalan di SMAN 1 Kalasan menunjukkan bahwa materi geografi bisa dikemas lebih menarik. Aplikasi seperti Windy.com membuka jalan agar siswa tidak hanya menghafal, tapi juga mengamati. Cara ini bisa ditiru guru lain yang ingin pelajaran lebih hidup.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua