Breaking

Banjir Bandang di Pasaman, Amrianto (49) Hilang Terseret Arus Sungai Aek Koronok

KE
Sabtu, 19 September 2026
Banjir Bandang di Pasaman, Amrianto (49) Hilang Terseret Arus Sungai Aek Koronok
Banjir Bandang di Pasaman, Amrianto (49) Hilang Terseret Arus Sungai Aek Koronok

INSIDERINDONESIA.COM — Banjir bandang menerjang Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, setelah luapan Sungai Aek Koronok dan Batang Jember merendam permukiman warga. Seorang warga bernama Amrianto (49) dilaporkan hilang terseret arus deras saat bencana terjadi.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Dua Koto lebih dari empat jam membuat debit kedua sungai naik drastis dan meluap ke kawasan permukiman. Luapan itu merendam belasan rumah, merusak lahan pertanian, serta fasilitas umum.

Kalaksa BPBD Pasaman, Mardianto, menyatakan tim gabungan masih menyisir aliran sungai untuk mencari korban yang belum ditemukan.

"Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Pasaman, TNI, Polri, bersama warga setempat hingga kini masih menyisir aliran Sungai Aek Koronok dan area sekitar untuk pencarian korban," ujar Mardianto, Sabtu (19/9/2026).

Amrianto Hilang Saat Luapan Menerjang Permukiman

Amrianto terseret arus ketika luapan Sungai Aek Koronok menerjang kawasan tempat tinggalnya. Hingga pencarian berlangsung, keberadaannya belum ditemukan.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Pasaman, TNI, dan Polri dikerahkan menyisir aliran sungai bersama warga setempat. Pencarian difokuskan di sepanjang aliran Aek Koronok dan area sekitar yang dilalui luapan.

Pertanian dan Air Bersih Warga Lumpuh

Kerugian material akibat banjir bandang tidak hanya berupa rumah yang terendam. Sektor pertanian warga dan sarana air bersih ikut terdampak, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu.

Warga terdampak membutuhkan bantuan darurat berupa sembako dan makanan siap saji. Selain itu, pengerukan sungai dinilai mendesak untuk mengantisipasi banjir susulan bila curah hujan kembali tinggi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih berkoordinasi menangani dampak bencana. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras susulan di wilayah Dua Koto.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua