Potret Ketangguhan Perbankan Malang Raya Sepanjang Tahun Lalu Lampaui Target Pertumbuhan
JAKARTA - Stabilitas ekonomi di wilayah kerja Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional, industri jasa keuangan yang mencakup sektor perbankan hingga pergadaian di wilayah Malang Raya tercatat tumbuh solid dan terjaga.
Tren positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat serta efektivitas pengawasan yang dilakukan untuk memastikan roda ekonomi daerah tetap berputar kencang.
Kepala Kantor OJK Malang, Budi Saptono, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari sinergi yang kuat antara pelaku industri dan regulator. Berdasarkan data akhir Desember 2025, sektor perbankan di Malang menunjukkan akselerasi yang signifikan, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.
Pertumbuhan ini menjadi indikator penting bahwa daya beli dan aktivitas usaha di Malang, Kota Batu, hingga Kabupaten Pasuruan tetap stabil.
Dominasi Sektor Perbankan dalam Menggerakkan Ekonomi di Wilayah Malang Raya
Aset perbankan di wilayah kerja OJK Malang tercatat mengalami kenaikan yang konsisten. Hingga akhir tahun 2025, total aset perbankan mencapai angka yang cukup fantastis dengan pertumbuhan year-on-year (yoy) yang sehat.
Peningkatan ini didorong oleh kepercayaan nasabah yang terus menempatkan dananya di bank, terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang didominasi oleh tabungan dan deposito. Hal ini memberikan likuiditas yang cukup bagi bank untuk melakukan ekspansi kredit.
"Kinerja perbankan di wilayah kerja OJK Malang pada Desember 2025 tumbuh stabil sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Budi Saptono dalam keterangan resminya.
Ia merinci bahwa penyaluran kredit masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, yang diikuti oleh sektor industri pengolahan serta sektor pertanian. Sektor-sektor inilah yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Malang Raya selama setahun terakhir.
Kualitas Kredit yang Terjaga dan Rasio NPL Tetap Terkendali
Meskipun penyaluran kredit mengalami peningkatan yang cukup tajam, OJK Malang memastikan bahwa prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama. Kualitas kredit perbankan di Malang Raya menunjukkan angka yang sangat baik dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada jauh di bawah ambang batas aman 5 persen.
Rendahnya angka kredit macet ini membuktikan bahwa para debitur di wilayah Malang memiliki tingkat kepatuhan dan kemampuan bayar yang tinggi.
Pengawasan ketat yang dilakukan OJK terhadap profil risiko perbankan turut andil dalam menjaga stabilitas ini. Program restrukturisasi yang tepat sasaran serta pendampingan terhadap pelaku UMKM terbukti efektif dalam mencegah penurunan kualitas aset.
Dengan profil risiko yang terjaga, industri perbankan di Malang memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk terus menyalurkan pembiayaan hijau dan berkelanjutan pada periode mendatang.
Gairah Pasar Modal dan Pertumbuhan Investor Milenial di Malang
Sektor pasar modal juga tidak ketinggalan menunjukkan taringnya sepanjang 2025. Malang Raya semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu basis investor ritel terbesar di Jawa Timur. Jumlah Single Investor Identification (SID) mengalami lonjakan signifikan, yang didominasi oleh kalangan milenial dan Gen Z.
Peningkatan literasi keuangan yang masif di lingkungan kampus dan komunitas lokal menjadi pendorong utama masyarakat Malang untuk mulai melirik saham, reksa dana, hingga obligasi negara.
OJK mencatat bahwa nilai transaksi pasar modal dari wilayah Malang terus meningkat setiap bulannya. Kehadiran Galeri Investasi di berbagai sudut kota mempermudah akses informasi bagi masyarakat awam.
Budi Saptono menekankan bahwa pertumbuhan ini harus dibarengi dengan pemahaman risiko yang memadai agar investor tidak terjebak dalam investasi bodong yang merugikan. "Kami terus memperkuat edukasi agar masyarakat Malang semakin cerdas dalam mengelola portofolio investasinya," tambahnya.
Peran Strategis Sektor Industri Keuangan Non-Bank dan Jasa Gadai
Selain perbankan dan pasar modal, Sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Malang juga mencatatkan rapor hijau. Perusahaan pembiayaan (leasing) mengalami peningkatan penyaluran pembiayaan, terutama untuk kendaraan bermotor dan alat produksi.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah kinerja perusahaan pergadaian. Layanan gadai masih menjadi solusi keuangan cepat bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun tambahan modal usaha mikro.
Pertumbuhan jumlah kantor cabang pergadaian swasta yang berizin di Malang menunjukkan bahwa sektor ini semakin teratur dan terpercaya. OJK terus mendorong standarisasi layanan agar hak-hak konsumen tetap terlindungi.
Dengan semakin beragamnya pilihan jasa keuangan di Malang Raya, mulai dari asuransi hingga dana pensiun, stabilitas ekonomi daerah diharapkan dapat terus bertahan menghadapi tantangan global di masa depan. Fokus OJK ke depan adalah memastikan seluruh sektor ini beroperasi secara transparan dan inklusif.