Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen Jaga Rupiah dan Dorong Kredit Properti 2026

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen Jaga Rupiah dan Dorong Kredit Properti 2026
Sabtu, 28 Februari 2026 | 13:58:17 WIB

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia secara resmi memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada level 4,75 persen guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global yang masih penuh dengan ketidakpastian serta fluktuasi nilai tukar mata uang.

Gubernur Bank Indonesia menyatakan bahwa kebijakan moneter tetap diarahkan untuk memastikan inflasi terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik pada Jumat 27 Februari 2026.

Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS

Fokus utama dari bertahannya suku bunga di level 4,75 persen adalah untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik di mata para investor serta pemilik modal luar negeri.

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna memastikan nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi yang kuat saat ini.

Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mencegah depresiasi yang berlebihan yang dapat berdampak pada kenaikan harga barang impor serta biaya produksi industri manufaktur dalam negeri.

Dorongan Penyaluran Kredit Perbankan Nasional

Meskipun suku bunga dipertahankan namun otoritas moneter terus mendorong perbankan untuk lebih aktif menyalurkan kredit kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Kebijakan makroprudensial tetap dibuat longgar agar likuiditas di pasar tetap memadai sehingga perbankan memiliki ruang gerak yang cukup luas untuk membiayai proyek pembangunan skala besar.

Pemerintah berharap penurunan suku bunga kredit secara bertahap dapat terjadi di tingkat operasional bank agar pelaku usaha mikro maupun menengah dapat tumbuh lebih pesat lagi.

Dampak Positif Bagi Sektor Properti dan Hunian

Keputusan BI mempertahankan suku bunga juga memberikan angin segar bagi industri properti yang sangat bergantung pada kestabilan bunga Kredit Pemilikan Rumah bagi konsumen akhir.

Harga properti diharapkan tetap kompetitif karena biaya pinjaman bagi para pengembang untuk membangun proyek infrastruktur perumahan tidak mengalami kenaikan yang membebani struktur modal perusahaan.

Masyarakat yang berencana membeli rumah pertama dapat lebih tenang dalam merencanakan cicilan jangka panjang tanpa perlu khawatir akan adanya lonjakan bunga yang tiba-tiba dari perbankan.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Semester I

Bank Indonesia optimis bahwa sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal pemerintah akan mampu membawa pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang positif di tahun ini.

Konsumsi rumah tangga diprediksi tetap kuat sebagai motor penggerak utama seiring dengan terjaganya daya beli masyarakat akibat inflasi yang relatif rendah dan stabil di daerah.

Investasi di sektor riil juga menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan terutama pada proyek-proyek strategis nasional yang sedang berjalan di berbagai wilayah luar Pulau Jawa saat ini.

Komitmen Menuju Ketahanan Ekonomi Nasional

Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan data ekonomi terkini baik dari sisi domestik maupun perkembangan geopolitik internasional yang dapat mempengaruhi stabilitas pasar keuangan kita.

Koordinasi yang erat antara anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang sangat dinamis.

Diharapkan dengan kebijakan bunga yang konsisten ini Indonesia mampu menjadi salah satu negara dengan performa ekonomi terbaik di kawasan regional pada akhir periode tahun 2026 nanti.

Reporter: Gemilang Ramadhan