Rasio Dividen IPCC Bertahan 80 Persen dengan Laba Bersih Naik

ILUSTRASI, PT Indonesia Kendaraan Terminal (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 11:25:56 WIB

JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) secara resmi memastikan alokasi keseluruhan dividen senilai Rp205,21 miliar dari performa tahun buku 2025. Angka ini setara dengan perolehan Rp112,85 bagi tiap lembar saham.

Sebagai emiten yang berada di bawah payung ekosistem Pelindo Group, IPCC konsisten mempertahankan rasio pembagian dividen (payout ratio) di kisaran 80 persen. 

Berkat pencapaian laba bersih yang tumbuh pesat pada tahun lalu, nilai nominal dividen kali ini terkerek naik 26 persen jika disandingkan dengan tahun buku 2024 yang tercatat sebesar Rp86,81 per saham.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi memaparkan bahwa manajemen sebelumnya telah menuntaskan penyaluran dividen interim sebesar Rp47,57 miliar atau senilai Rp26,16 per saham. Dividen interim tersebut sudah diserahterimakan pada permulaan Januari 2026.

"Sisa dividen final yang akan didistribusikan sebesar Rp157,6 miliar atau Rp86,69 per saham," ujar Sugeng sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Kamis (11/6/2026).

Sugeng menjelaskan lebih lanjut, langkah manajemen dalam menggelontorkan dividen bernilai besar ini ditopang oleh kondisi finansial serta likuiditas perusahaan yang sangat kuat. 

Hingga penghujung tahun 2025, dana kas dan setara kas yang dikantongi IPCC berada di angka Rp1,08 triliun beserta catatan nihil utang berbunga.

Di samping itu, menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai wujud penghargaan bagi para pemegang saham, tidak terkecuali para investor publik yang senantiasa menaruh kepercayaan pada IPCC. Pengucuran dividen tunai ini pun merepresentasikan performa usaha yang bugar sekaligus berkesinambungan.

"Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang sehat melalui penguatan operasional, pengembangan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta penerapan prinsip keberlanjutan yang memastikan Perseroan tetap mampu memberikan manfaat bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan di masa mendatang," ungkap Sugeng sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko IPCC, Wing Megantoro mengutarakan, strategi dividen yang diputuskan ini merupakan buah dari tata kelola finansial yang prudent serta berorientasi pada aspek keberlanjutan bisnis. 

Ia berpendapat, distribusi dividen ini menunjukkan adanya sinergi yang seimbang antara pemberian keuntungan optimal bagi investor dan langkah memelihara ruang ekspansi IPCC ke depan.

"Kinerja yang kami raih tidak hanya didukung oleh penguatan fundamental keuangan, tetapi juga oleh keberhasilan transformasi operasional, pengelolaan risiko yang terintegrasi, serta peningkatan kapabilitas sumber daya manusia yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis IPCC," pungkas Wing sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Gemilang Ramadhan