Targetkan Pasar Global BYD Ingin Jadi Nomor Satu dalam Lima Tahun

ILUSTRASI, Produk BYD (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:07:33 WIB

SHENZHEN - Chairman BYD Wang Chuangu memproyeksikan bahwa perusahaan asal China tersebut bakal menduduki posisi sebagai produsen mobil terbesar di dunia dalam jangka waktu lima tahun mendatang.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meyakinkan para investor setelah nilai saham perusahaan mengalami penurunan yang cukup signifikan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada tahun 2025, BYD berada di posisi keenam global dengan mencatatkan penjualan sebanyak 4,6 juta kendaraan. Meski demikian, perusahaan kini tengah berupaya keras untuk mengembalikan tren pertumbuhan setelah penjualan di pasar domestik tertekan oleh kompetisi yang kian ketat sepanjang tahun lalu.

Tercatat saham perusahaan sudah merosot lebih dari 45 persen dari titik tertingginya di Hong Kong dalam setahun terakhir, sedangkan saham yang melantai di Shenzhen mengalami pelemahan sebesar 33 persen.

Saat berbicara dalam rapat umum pemegang saham tahunan di kantor pusat Shenzhen, Wang menitikberatkan fokus perusahaan pada akselerasi produksi baterai Blade generasi kedua.

"BYD akan benar-benar menjadi produsen mobil nomor satu di dunia dalam hal skala dalam lima tahun," kata Wang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Wang menggarisbawahi kekuatan ekspor serta inovasi teknologi perusahaan, termasuk pembaruan pada teknologi baterai dan sistem pengisian daya cepat yang diyakini bakal menyokong pertumbuhan baik di pasar domestik maupun internasional.

Demi mewujudkan target sebagai produsen otomotif terbesar di dunia, BYD wajib melewati pencapaian Toyota Motor, yang pada tahun 2025 berhasil menjual kendaraan dengan jumlah lebih dari dua kali lipat dari total penjualan BYD.

Sisi positifnya, volume ekspor BYD sepanjang Januari hingga Mei sukses tumbuh 65 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana Inggris, Brasil, dan Australia menjadi pasar tujuan utama yang paling besar.

Akan tetapi, lonjakan ekspor tersebut belum mampu menutupi lesunya performa di pasar domestik, mengingat total pengiriman kendaraan secara keseluruhan pada periode yang sama justru mengalami penurunan hingga lebih dari 20 persen.

Reporter: Gemilang Ramadhan