Tiga Proyek PSEL Gelombang Pertama Resmi Ditetapkan Jadi PSN

ILUSTRASI, Danantara (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 12:07:33 WIB

JAKARTA – Danantara mengumumkan bahwa tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk gelombang pertama secara resmi telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ketiga proyek yang berhasil memperoleh status PSN ini ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, serta Denpasar Raya. 

Ketetapan ini tertuang di dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 dan diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan fasilitas untuk pengolahan sampah.

Langkah ini disambut dengan sangat baik oleh PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera). 

Denera, yang memang didirikan secara khusus demi mengembangkan platform PSEL berskala nasional, memegang tugas untuk mengoordinasikan investasi strategis, penentuan teknologi yang digunakan, hingga jalinan kemitraan antar-sektor.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) DIM, Pandu Sjahrir, penyematan status PSN ini memperlihatkan komitmen serius dari pihak pemerintah dalam menyajikan solusi yang terpadu, mulai dari upaya meminimalkan ketergantungan terhadap TPA hingga proses optimalisasi sampah agar menjadi sumber energi.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resmi dikutip Kamis (11/6/2026).

Pengesahan status PSN ini diformalisasikan lewat Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Sementara itu, proses pengerjaan secara langsung di lapangan bakal digarap oleh Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

Untuk PSEL Kota Bekasi akan digarap oleh Bekasi Environment Nusantara, kemudian PSEL Bogor Raya akan dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy, dan untuk PSEL Denpasar Raya bakal dijalankan oleh Nusantara Bali New Energy.

Melalui status PSN tersebut, ketiga proyek ini bakal memperoleh keistimewaan berupa penguatan aspek koordinasi antar-kementerian, fasilitas dalam penyelesaian berbagai kendala proyek, sekaligus sokongan instrumen pemerintah demi memastikan proses pembangunan dapat berjalan secara efisien serta tepat waktu.

Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman turut menjelaskan bahwa urusan pengelolaan sampah saat ini bukan lagi sekadar menjadi persoalan di tingkat daerah, namun sudah bergeser menjadi kepentingan strategis nasional.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," kata Fadli.

Keberadaan proyek-proyek ini diproyeksikan tidak cuma memberikan kontribusi besar bagi penuntasan masalah persampahan di tingkat perkotaan, melainkan juga menopang target dari pemerintah dalam mendongkrak bauran energi terbarukan sekaligus menekan angka emisi karbon.

Reporter: Gemilang Ramadhan