Penurunan Harga Emas India 2 Persen Picu Gairah Pasar Logam Mulia

ILUSTRASI, Emas perhiasan (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:15:38 WIB

JAKARTA – Penurunan yang melanda nilai jual komoditas emas di negara konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia melahirkan optimisme terkait pulihnya volume permintaan pasar.

Nilai pasar logam mulia di India terpantau merosot hingga 2% hingga menyentuh titik terendahnya sejak awal bulan Mei 2026. 

Berdasarkan laporan dari The Straits Times, Kamis (11/6/2026), nilai kontrak berjangka emas domestik di bursa India menyusut sebesar 1,93% pada 10 Juni menjadi 149.500 rupee per 10 gram, yang menandakan level paling rendah sejak 5 Mei 2026.

Merosotnya nilai komoditas logam mulia di India ini terjadi bersamaan dengan langkah peningkatan tarif impor emas serta perak yang melonjak ke angka 15% dari posisi sebelumnya yang sebesar 6%. 

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai strategi pemerintah setempat guna membatasi aktivitas pembelian dari luar negeri sekaligus menekan tekanan pada cadangan devisa negara.

Para pelaku usaha setempat mengungkapkan bahwa penyesuaian harga emas ini diperkirakan dapat menggenjot kembali angka permintaan emas di India.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Permintaan perhiasan emas telah lesu dalam beberapa minggu terakhir. Koreksi harga ini dapat mendorong pembeli untuk kembali,” kata seorang pedagang emas batangan yang berbasis di Mumbai dari sebuah bank swasta.

Di sisi lain, kenaikan tajam pada tarif impor emas di India justru memicu maraknya tren kasus penyelundupan emas secara ilegal, yang diproyeksikan akan menembus angka 100 ton sepanjang tahun 2026.

Kepala divisi pada salah satu bank swasta pengimpor emas di Mumbai mengungkapkan bahwa potongan harga untuk komoditas emas ilegal dapat mencapai US$ 200 per ons. Keadaan ini berbanding terbalik dengan toko resmi yang tidak dapat memotong harga di atas US$ 10.

Seperti yang diketahui, para pelaku penyelundupan dapat menawarkan potongan harga dalam skala besar karena mereka terbebas dari kewajiban membayar pajak atas emas, yang meliputi bea masuk impor serta pajak barang dan jasa dengan total mencapai 18,45%.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Ada margin lebih dari 2,5 juta rupee untuk mengimpor satu batang emas seberat satu kilogram, yang kira-kira seukuran iPhone. Wajar jika masyarakat akan mencoba mendapatkan keuntungan cepat,” kata seorang pedagang emas di Kolkata, India.

Reporter: Gemilang Ramadhan