Minyak Mentah Menguat, Indeks Energi S&P 500 Naik 2,3 Persen

ILUSTRASI, S&P 500 (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:59:44 WIB

JAKARTA – Pergerakan indeks energi S&P 500 mencatatkan penguatan sebesar 2,3 persen pada perdagangan hari ini, yang didorong oleh lonjakan harga minyak mentah.

Komoditas minyak mentah jenis Brent Futures terpantau menguat 2,7 persen ke posisi $93,93 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami kenaikan sebesar 3,14 persen menjadi $90,97 per barel.

Apresiasi harga minyak ini terjadi menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa negaranya akan memberlakukan kembali sanksi yang berat terhadap Iran pada hari ini. 

Selain faktor geopolitik tersebut, pergerakan harga juga disokong oleh rilis data yang memperlihatkan penyusutan cadangan minyak mentah AS dalam jumlah yang lebih masif daripada estimasi sebelumnya.

Kondisi ini turut mengerek performa saham-saham emiten energi raksasa. Chevron (NYSE:CVX) terapresiasi 2,5 persen dan Exxon Mobil (NYSE:XOM) menguat 1,8 persen.

Lonjakan signifikan juga dibukukan oleh Devon Energy (NYSE:DVN) sebesar 6,6 persen, menjadikannya salah satu saham dengan persentase pertumbuhan tertinggi dalam indeks energi. 

Emiten ini mendapatkan sentimen positif tambahan dari proyeksi capaian produksi tahun 2026 yang dipublikasikan pada Selasa akhir malam, pasca-rampungnya proses penggabungan usaha (merger) dengan Coterra Energy.

Kenaikan performa juga diikuti oleh APA Corp (NASDAQ:APA) yang tumbuh 4,7 persen, ConocoPhillips (NYSE:COP) naik 3,6 persen, serta Marathon Petroleum (NYSE:MPC) yang bertambah 3,5 persen.

Di sisi lain, emiten penyedia layanan ladang minyak SLB (NYSE:SLB) terangkat sekitar 1 persen. Sedangkan pada kelompok perusahaan pengilangan, Phillips 66 (NYSE:PSX) mencatatkan peningkatan sebesar 3,1 persen dan Valero Energy (NYSE:VLO) menguat 2,8 persen.

Reporter: Gemilang Ramadhan