Percepat Ekspansi Layanan Kesehatan BMHS Bidak Pasar Medical Tourism
JAKARTA – PT Bundamedik Tbk (BMHS) merasa yakin dapat meneruskan progres positif bisnis mereka di tahun 2026 lewat langkah perluasan jangkauan medis serta pendirian fasilitas rumah sakit yang baru.
Pihak Bundamedik mencanangkan target perluasan daya tampung hingga menyentuh angka 1.000 tempat tidur di akhir tahun 2028. Rencana ini juga mencakup pendirian sebuah rumah sakit berkualifikasi internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) BSD, yang dirancang khusus untuk mengakomodasi layanan fertilitas, kesehatan bagi perempuan dan anak, serta tindakan bedah mutakhir guna menggaet pasar wisata medis (medical tourism).
Keyakinan terhadap masa depan bisnis ini didorong oleh pencapaian finansial perusahaan yang mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2025. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada hari Kamis (11/6/2026), BMHS mengumumkan bahwa laba bersih terkonsolidasi miliknya melesat hingga 57% secara tahunan (yoy) dengan nilai mencapai Rp 29,7 miliar. Pada saat yang sama, raihan EBITDA juga merangkak naik sebesar 9% YoY ke angka Rp 242 miliar.
Direktur Utama Bundamedik Agus Heru Darjono mengungkapkan bahwa perolehan tersebut membuktikan keandalan emiten dalam mempertahankan tren positif usaha sekaligus menekan pengeluaran operasional agar lebih efisien.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Capaian laba bersih yang tumbuh 57% mencerminkan konsistensi kami dalam mengeksekusi strategi secara disiplin, dari efisiensi operasional, ekspansi layanan kompleks yang bernilai tinggi, hingga penguatan ekosistem kesehatan yang terintegrasi,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Fasilitas rumah sakit yang baru saja diakuisisi pun memperlihatkan grafik yang menggembirakan. BMHS mencatatkan adanya kenaikan sebesar 30% dalam kurun waktu 2023–2025.
Bukan hanya itu, perolehan EBITDA yang bernilai positif pada seluruh unit rumah sakit baru mengindikasikan kelihaian BMHS dalam mengoptimalkan performa kerja dan finansial dari aset-aset rumah sakit yang baru mereka beli tersebut.
Tinjauan dari aspek pemasukan rumah sakit menunjukkan bahwa sektor korporasi beserta pihak asuransi menjadi penyumbang dana terbesar. Sektor ini memegang porsi hingga 43,2% dari total seluruh pendapatan rumah sakit sepanjang tahun 2025.
Skala operasional milik BMHS pun kian berkembang. Daya tampung tempat tidur mengalami penambahan sebesar 4% YoY sehingga kini berjumlah 601 unit pasca dilakukan proses konsolidasi terhadap RSIA Pusura Tegalsari Surabaya.
Kuantitas operasi bedah mengalami lonjakan sebesar 10% YoY dengan total mencapai 16.000 tindakan. Di sisi lain, akumulasi jumlah hari rawat inap serta kuantitas pasien rawat inap masing-masing menorehkan pertumbuhan di angka 2% YoY.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Komitmen BMHS sebagai pelopor layanan ibu dan anak tercermin dari kontribusi segmen ini yang mencapai 51% dari total pendapatan rumah sakit di 2025. Kontribusi ini didorong penguatan Center of Exellence wanita dan anak seperti jajaran dokter subspesialis dan spesialis kompeten,” tambahnya.
Beralih ke sektor anak usaha, Morula IVF sukses mempertahankan kedudukannya sebagai market leader dalam industri fertilitas domestik lewat kepemilikan pangsa pasar sebesar 41% di triwulan IV 2025.
Kuantitas fresh cycle IVF didapati naik 9% dalam basis kuartalan (QoQ) serta tumbuh 8% YoY di lini periode yang sama.
Di bagian lain, Diagnos Laboratorium membukukan kenaikan kuantitas pengetesan sebesar 47% YoY pada triwulan IV 2025. Jika diakumulasikan sepanjang tahun, jumlah tes yang dilakukan menembus angka 957.447 tes, atau mengalami pertumbuhan sebanyak 11% bila disandingkan dengan performa tahun sebelumnya.
Pemasukan bersih yang didapatkan Diagnos pada triwulan IV 2025 juga terangkat naik sebesar 22% YoY. Keberhasilan ekspansi tersebut disokong oleh pelebaran jaringan laboratorium yang kini berjumlah 37 outlet berkat pembukaan 12 cabang baru.
Alasan lainnya adalah berkat pengayaan fasilitas Molecular & Genomic Testing, kerja sama strategis bersama Helix Clinic, hingga perluasan target pasar menuju sektor direct-to-patient.
Pada lini pelayanan medis, BMHS terus mengukuhkan posisinya menjadi garda terdepan untuk urusan bedah robotik (robotic surgery) di tanah air dengan rekam jejak selama lebih dari 13 tahun, serta telah sukses mengeksekusi lebih dari 800 tindakan medis hingga pengujung tahun 2025.
Pada bulan Oktober 2025, BMHS pun berhasil merampungkan tindakan medis Robotic Skin Sparing Mastectomy yang menjadi operasi pertama di kawasan Asia Tenggara. Operasi ini menolong para penyintas kanker payudara untuk tetap menjaga bentuk asli dari payudara mereka.
Di samping prestasi tersebut, RSU Bunda Jakarta juga sukses merampungkan delapan tindakan operasi pencangkokan ginjal dengan rasio tingkat kesuksesan yang sempurna, yakni mencapai 100% di sepanjang tahun kemarin.