Harga Emas Global Melonjak ke Atas 4.200 USD Setelah Merosot

ILUSTRASI, Emas (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 12 Juni 2026 | 11:26:27 WIB

JAKARTA – Nilai komoditas emas global melonjak pada sesi perdagangan kemarin. Harga dari logam mulia tersebut berhasil berbalik menguat setelah sempat mengalami kemerosotan selama empat hari berturut-turut hingga berada di level paling rendah semenjak November tahun lalu.

Pada hari Kamis (11/6/2026), posisi harga emas global di pasar spot menyentuh angka penutupan pada level US$ 4.217/troy ons. Nilai ini melompat sebesar 3,56% jika disandingkan dengan capaian pada hari sebelumnya. 

Tren penguatan ini hadir tepat setelah harga emas terjerembab selama empat hari beruntun. Sepanjang empat hari fase penurunan tersebut, nilai emas sudah terpangkas sebanyak 9%.

Fase koreksi yang terbilang cukup dalam itu pada akhirnya membuat instrumen emas terlihat semakin memikat. Aktivitas bargain hunting atau aksi beli di harga bawah ('serok') berhasil mendongkrak tingkat permintaan emas, sehingga membuat harganya kembali terangkat naik. 

Di samping itu, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah turut memberikan dampak positif bagi pergerakan harga emas.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan agenda serangan militer ke negara Iran. Kebijakan ini menumbuhkan harapan bahwa opsi diplomasi tengah dijajaki demi mewujudkan perdamaian. 

Trump mengungkapkan bahwa sudah ada diskusi yang kemudian dibawa ke level pimpinan tertinggi di Iran terkait negosiasi untuk mengakhiri perang.

Kepada para jurnalis di Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari berita sumber, Trump mengklaim bahwa "penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini di Eropa. Wakil Presiden AS JD Vance disebut bakal menghadiri agenda tersebut."

Pemberitaan mengenai hal tersebut terbukti ampuh untuk membuat nilai minyak dunia jatuh tersungkur. Kemarin, harga minyak mentah untuk varian brent berakhir jatuh hampir 3% menuju level US$ 90,38/barel. 

Manakala pergerakan harga minyak menjadi lebih stabil, maka risiko lonjakan inflasi yang tinggi dapat ditanggulangi. Berkat kondisi itu, jajaran bank sentral di berbagai penjuru dunia mempunyai kelonggaran untuk tidak mengerek tingkat suku bunga acuan mereka. 

Emas sendiri dikategorikan sebagai instrumen investasi yang tidak membagikan imbal hasil (non-yielding asset). Oleh sebab itu, menyimpan aset berupa emas dinilai kurang menguntungkan manakala tingkat suku bunga sedang berada di posisi yang tinggi.

Lalu, seperti apakah proyeksi untuk pergerakan harga emas pada hari ini, Jumat (12/6/2026)? Serta berada di angka berapakah titik target yang mesti dipantau oleh para pelaku pasar?

Dilihat dari indikator teknikal melalui sudut pandang harian (daily time frame), pergerakan emas terpantau masih terjebak dalam area penurunan (bearish). 

Kondisi ini tercermin dari angka Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang bertengger di posisi 36. Nilai RSI yang berada di bawah level 50 mengindikasikan bahwa suatu aset tengah berada dalam tren bearish

Sementara itu, untuk indikator Stochastic RSI 14 hari menempati posisi 56, yang artinya sedang menghuni zona beli (long) dengan kecenderungan yang cukup kuat.

Untuk aktivitas perdagangan pada hari ini, laju harga emas dinilai masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan. Titik batas resisten paling dekat berada di level US$ 4.221/troy ons yang dipatok berdasarkan posisi Moving Average (MA) 5. 

Target resisten berikutnya berada pada kisaran US$ 4.229 hingga 4.319/troy ons. Sementara untuk target paling optimistis atau batas resisten tertinggi berada pada level US$ 4.515/troy ons.

Namun, seandainya pergerakan harga emas justru berbalik merosot, maka level US$ 4.155/troy ons diperkirakan bakal berfungsi sebagai titik penentu (pivot point). 

Jika level tersebut berhasil ditembus ke bawah, maka ada risiko harga emas akan jatuh lebih dalam menuju rentang US$ 4.121 hingga 4.080/troy ons. Adapun untuk target paling pesimistis atau batas support yang berada di posisi terjauh ialah di level US$ 3.892/troy ons.

Reporter: Gemilang Ramadhan