Turun 2,78 Persen Saham BUMI Justru Dicatat Net Buy oleh Asing
JAKARTA – Nilai saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan sebesar 2,78% menjadi Rp 140 pada sesi perdagangan hari Kamis (11/6/2026).
Kendati demikian, saham kepunyaan emiten Grup Bakrie dan Salim ini ramai diburu oleh investor asing.
Tercatat ada sekitar 3 miliar lembar saham Bumi Resources (BUMI) yang diperjualbelikan, dengan total frekuensi mencapai 53.325 kali transaksi, serta akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 421,64 miliar.
Para penanam modal asing tersebut mencatatkan aksi beli bersih (net buy) pada saham perusahaan pertambangan ini senilai Rp 28,68 miliar.
Kondisi ini berbanding terbalik jika dibandingkan dengan dua hari perdagangan sebelumnya yang konsisten membukukan aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing. Pergerakan saham BUMI pada sesi perdagangan tanggal 10 Juni 2026 juga terpantau merosot dengan persentase minus 1,37%.
Jika dihitung dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, performa saham Bumi Resources memang anjlok hingga 35,19%, namun pihak asing secara senyap terus memborong saham ini lewat catatan net buy sebesar Rp 414,9 miliar.
Pihak CGS International Sekuritas memproyeksikan bahwa saham Bumi Resources berpeluang untuk kembali bangkit pada hari Jumat (12/6/2026) apabila berhasil menyentuh angka pivot 141, dengan target resistance pertama pada posisi 146 dan target resistance kedua di level 152.
Kendati begitu, tetap terdapat potensi risiko di mana saham dengan kode emiten BUMI ini terperosok lebih dalam dengan batas support pertama di angka 135 dan batas support kedua di posisi 130.