Awal Pekan IHSG Rawan Koreksi Cek Target Harga HMSP INDY hingga ANTM

ILUSTRASI, investor (Sumber Gambar : Net)
Senin, 15 Juni 2026 | 12:12:47 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (15/6/2026) diproyeksikan akan bergerak melemah dalam rentang yang terbatas. Sentimen penahan laju ini datang dari dinamika geopolitik di wilayah Timur Tengah serta fluktuasi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar AS.

Di penutupan pekan sebelumnya, mata uang rupiah di pasar spot terpantau menanjak sebesar 0,71 persen menuju posisi Rp 17.860 per dollar AS. 

Di sisi lain, nilai kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate yang dirilis oleh Bank Indonesia juga mengalami kenaikan sebesar 0,33 persen ke posisi Rp 17.921 per dollar AS.

Herditya Wicaksana selaku Analis Teknikal MNC Sekuritas memproyeksikan pergerakan IHSG akan menguji level support di 5.988 serta resistance di 6.060. 

Para pelaku pasar dinilai tengah mencermati situasi geopolitik internasional yang bisa berimbas pada selera risiko di sektor finansial dalam negeri.

“Untuk Senin kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060, dimana investor masih akan perkembangan geopolitik Timur Tengah serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melihat keadaan pasar yang bergerak dinamis, Herditya memberikan panduan bagi investor ritel untuk mencermati sejumlah emiten. Saham HMSP diperkirakan menuju target harga Rp 650 hingga Rp 670, lalu saham INDY ditargetkan bergerak di rentang Rp 2.560 sampai Rp 2.810.

Bukan itu saja, pergerakan saham NCKL juga layak dipantau dengan estimasi nilai di kisaran Rp 930 hingga Rp 990. 

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan proyeksi bahwa area support IHSG akan berada di tingkatan 5.917 dan 5.803, dengan area resistance di level 6.058 dan 6.178.

“Support 5,917 dan 5,803. Sementara resistance: 6,058 dan 6,178,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nafan memberikan rekomendasi aksi beli untuk saham ANTM pada koridor harga Rp 2.640 sampai Rp 2.940, dengan mematok batasan stop loss di Rp 2.450. 

Untuk saham MBMA, ia menyarankan pelaku pasar melakukan akumulasi beli secara bertahap pada area Rp 830 hingga Rp 900, disertai saran pembatasan risiko stop loss apabila berada di bawah level Rp 735.

Saran terakhir diberikan untuk saham TPIA yang direkomendasikan beli pada rentang harga Rp 1.620 hingga Rp 2.020. 

Semua poin rekomendasi ini murni bersumber dari analisis perusahaan sekuritas, dan setiap keputusan dalam bertransaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.

Reporter: Gemilang Ramadhan