Prospek Cerah, Wells Fargo Ramal Harga Emas Capai 6.000 Dolar AS

Ilustrasi investasi emas batangan atau logam logam mulia (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 18 Juni 2026 | 12:48:17 WIB

NEW YORK – Prospek pergerakan harga emas dinilai tetap gemilang meskipun sempat mengalami koreksi yang cukup dalam selama beberapa bulan terakhir.

Bahkan, Wells Fargo memproyeksikan harga logam mulia ini memiliki peluang untuk menembus level US$ 6.000 per ons troi pada tahun 2027. Hal tersebut didorong oleh laju inflasi yang terus membubung tinggi, defisit fiskal yang semakin melebar, serta ketidakstabilan geopolitik global global.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber Kitco News pada Kamis (18/6/2026), melalui publikasi laporan prospek pertengahan tahun, Wells Fargo menaikkan target harga emas untuk akhir tahun 2026 ke kisaran US$ 5.300 - 5.500 per ons troi. 

Selanjutnya, nilai emas diperkirakan akan melonjak lebih tinggi lagi ke rentang US$ 5.800 - 6.000 per ons troi pada akhir periode tahun 2027.

Kepala Strategi Ekuitas Global dan Aset Riil Wells Fargo, Sameer Samana, mengungkapkan bahwa reli kenaikan harga emas saat ini disokong oleh serangkaian faktor struktural, bukan sekadar siklus jangka pendek biasa. 

Oleh karena itu, tren bullish pada komoditas emas dinilai masih memiliki ruang yang sangat lebar untuk terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.

"Emas tetap menjadi salah satu ide investasi dengan keyakinan tertinggi yang kami miliki," ujar Samana sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kendati demikian, Wells Fargo turut memberikan peringatan bahwa harga emas masih berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek dan bahkan dapat merosot hingga di bawah level US$ 4.000 per ons troi. Namun, untuk jangka panjang, peluang peningkatan dianggap tetap memegang kendali utama.

Berdasarkan pandangan Samana, melonjaknya ketidakpastian global mendorong banyak bank sentral untuk memburu instrumen alternatif sebagai aset cadangan di luar obligasi pemerintah AS maupun uang tunai.

"Kami meyakini emas menjadi instrumen diversifikasi tambahan yang penting. Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, bank sentral terus mencari tempat menyimpan cadangan devisa selain US Treasury dan uang tunai," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, harga emas spot berada di kisaran US$ 4.357 per ons troi, mengalami kenaikan sekitar 0,6% pada perdagangan teranyar. Meskipun demikian, posisi harga tersebut masih berada lebih dari 20% di bawah rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal tahun ini.

Chief Investment Officer Wells Fargo, Darrell Cronk, berpendapat bahwa fokus utama ekonomi global pada periode 2026 akan didominasi oleh aspek geopolitik, perebutan sumber daya strategis, serta pergeseran rantai pasok global.

Menurut penilaiannya, laju inflasi memang diestimasikan bakal melandai pada paruh kedua tahun ini. Akan tetapi, situasi inflasi yang rendah seperti masa sebelum merebaknya pandemi Covid-19 tampaknya tidak akan terulang kembali dalam waktu dekat.

Penerapan tarif perdagangan, naiknya ongkos energi, pengeluaran belanja pemerintah yang masif, serta besarnya kebutuhan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) diperkirakan akan terus mengawal tekanan inflasi agar tetap berada pada tingkatan yang relatif tinggi.

Wells Fargo juga menilai bahwa pelaku pasar saat ini masih memandang sebelah mata dampak dari pembengkakan defisit fiskal yang terus merangkak naik terhadap pasar obligasi. "Saya pikir pasar sudah cukup lama salah membaca arah suku bunga," kata Cronk sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Wells Fargo mengamati bahwa kombinasi antara inflasi yang tetap tertahan tinggi, defisit anggaran yang terus melebar, serta tensi geopolitik akan bertindak sebagai stimulus yang terus menyokong harga emas hingga beberapa tahun mendatang.

Samana menilai momentum investasi emas pada saat ini terhitung masih sangat memikat lantaran risiko penurunan relatif lebih minim jika disejajarkan dengan potensi kenaikannya.

"Untuk membuat emas tidak menarik, negara-negara di dunia harus mampu mengendalikan defisit anggaran dan menjaga stabilitas harga secara konsisten. Kenyataannya, pembuat kebijakan sering memilih jalan yang lebih mudah," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping komoditas emas, Wells Fargo ikut menaruh rasa optimistis terhadap masa depan logam industri seperti halnya tembaga. Bank tersebut memproyeksikan bahwa proyek pembangunan pusat data AI, tren elektrifikasi dunia, serta pemenuhan infrastruktur energi akan terus menyokong tingkat permintaan logam dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.

Reporter: Gemilang Ramadhan