Analisis IHSG Hari Ini serta Rekomendasi Saham ELSA dan INKP
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (17/6/2026) berakhir melemah 0,55 persen ke level 6.220,74. Koreksi tersebut diiringi oleh munculnya tekanan jual, meskipun pergerakan indeks masih tertahan di atas MA20.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577,” kata analis MNC Sekuritas Indonesia Herditya Wicaksana sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meskipun demikian, Herditya memberi peringatan agar investor tetap mewaspadai potensi koreksi IHSG ke level 6.113-6.176. Rentang pergerakan IHSG pada Kamis (18/6/2026) diproyeksikan berada pada level support 5.784-5.594 dengan resistance di 6.286-6.459.
Saham Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menguat 2,89 persen ke Rp 1.425 dengan dominasi volume pembelian. Posisi AMRT saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C, dengan rekomendasi trading buy di Rp 1.305-Rp 1.380 serta target harga Rp 1.470-Rp 1.535 dan stoploss di bawah Rp 1.295.
Saham Timah (TINS) terkoreksi 1,72 persen ke Rp 3.540 disertai tekanan jual dan belum mampu menembus MA60. "Kami memperkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B]," ujar Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Rekomendasi untuk TINS adalah buy on weakness di Rp 3.130-Rp 3.380 dengan target harga Rp 3.710-Rp 3.940 dan stoploss di bawah Rp 3.100.
Saham Elnusa (ELSA) naik 0,82 persen ke Rp 615 namun masih didominasi tekanan jual dan gagal menembus MA20. "Saat ini, kami memperkirakan posisi ELSA sedang berada pada bagian awal dari wave (5) dari wave [C], sehingga ELSA akan rawan terkoreksi menguji 486-535," jelas Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber. Rekomendasi saham ini adalah sell on strength pada rentang harga Rp 620-Rp 635.
Saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) melemah 0,97 persen ke Rp 7.650 dengan dominasi tekanan jual dan belum berhasil menembus MA20. Saat ini, posisi INKP diperkirakan sedang berada di awal wave [v] dari wave C dari wave (B) sehingga rawan melanjutkan koreksi ke 6.050-6.525. Rekomendasi untuk INKP adalah sell on strength di level Rp 7.875-Rp 8.175.