PNBN Siap Tebar Dividen Rp1,01 Triliun, Simak Rinciannya di Sini

Ilustrasi: Investor Bank Panin akan menerima dividen tunai Rp 42 per saham dari laba tahun 2025. (Foto: NET)
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:32:07 WIB

JAKARTA – Kabar penting untuk para pemegang saham PT Bank Panin Tbk (PNBN). Para investor saham PNBN bakal mendapatkan dividen dengan tingkat imbal hasil yang berada di atas bunga deposito maksimal yang ditawarkan oleh Bank Panin.

Pihak manajemen Bank Panin resmi mengumumkan keputusan untuk membagikan dividen tunai dengan total nilai sebesar Rp1,01 triliun kepada pemegang saham. Usai memperhitungkan saham treasuri, nominal dividen yang disalurkan tersebut setara dengan Rp42 per saham.

Kebijakan pembagian dividen ini diambil berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PNBN yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Juni 2026. 

Pada sesi perdagangan Rabu (17/6/2026), posisi harga saham PNBN ditutup pada level Rp935 per saham, atau menguat sebesar 1,63% dari hari sebelumnya.

Berkaca pada harga penutupan tersebut, yield dividen saham PNBN menyentuh angka 4,49%, nilai ini lebih tinggi jika dikomparasikan dengan suku bunga deposito mata uang rupiah Bank Panin yang memberikan bunga paling tinggi sebesar 4,25%. 

Alokasi dividen yang dibagikan ini bersumber dari sebagian laba bersih yang dikantongi perusahaan sepanjang tahun buku 2025 yang mencapai Rp2,87 triliun.

Perolehan laba pada tahun 2025 tersebut terpantau tumbuh tipis sebesar 0,13% jika disandingkan dengan capaian pada tahun 2024. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, menjelaskan bahwa pertumbuhan laba tahun 2025 terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang naik 3,47% menjadi Rp2,30 triliun.

Peningkatan tersebut didominasi oleh keuntungan yang didapat dari transaksi surat berharga. Di samping itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga menguat sebesar 0,19%, selaras dengan kenaikan pada perolehan pendapatan bunga.

Melihat dari fungsi intermediasi, angka penyaluran kredit dilaporkan terkoreksi sebesar 2,56% yoy menjadi sebesar Rp145,08 triliun pada tahun 2025. Nilai total aset yang dimiliki perusahaan pun terpantau mengalami penurunan dari Rp243,95 triliun pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp237,32 triliun di tahun 2025.

Untuk rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menunjukkan perbaikan ke posisi 2,82% dari catatan sebelumnya yang berada di angka 3,05%. Sementara itu, untuk rasio NPL net bertengger di level 1,04%.

Ditinjau dari sektor pendanaan, raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) merangkak naik 2,98% secara tahunan (yoy) menjadi Rp156,92 triliun. Di sisi lain, total modal yang dimiliki perseroan melesat 5,07% menjadi sebesar Rp54,98 triliun, hal ini membuat rasio kecukupan modal (CAR) menguat menuju level 37,49%.

Jika melihat dari aspek pendanaan jangka panjang, PaninBank pada tahun 2025 telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 dengan nilai total sebesar Rp3,20 triliun. Melalui skema tersebut, total penerbitan obligasi lewat Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap I, II, dan III secara akumulatif telah menyentuh Rp7,21 triliun.

Reporter: Gemilang Ramadhan