Obligasi Danantara 1,5 Miliar Dolar AS Diminati Pasar Global

Ilustrasi: Investor global menunjukkan minat tinggi terhadap obligasi perdana Danantara senilai USD 1,5 miliar. (Foto: NET)
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:32:07 WIB

JAKARTA – Pengamat kebijakan publik, Feiral Rizky Batubara, berpandangan bahwa besarnya antusiasme investor terhadap obligasi global perdana yang dirilis Danantara Investment Management (DIM) menunjukkan kokohnya kepercayaan pasar internasional. Sambutan yang sangat baik ini terlihat jelas dari angka penerbitan yang menembus USD 1,5 miliar serta membeludaknya komitmen dari peminat sejak periode penawaran dibuka.

Feiral mengungkapkan bahwa kuatnya ketertarikan pasar terbukti dari posisi puncak pesanan (peak order book) yang menyentuh kisaran USD4,6 miliar, kendati sasaran awal penawaran hanya dipatok pada angka USD1 miliar. 

Lonjakan pesanan ini digerakkan oleh para pemodal asal Amerika Serikat, Eropa, serta Timur Tengah yang menilai instrumen tersebut sangat pantas dimasukkan ke dalam portofolio investasi mereka.

"Penerbitan obligasi perdana di pasar internasional merupakan ujian kredibilitas, apalagi dilakukan di tengah kondisi global yang tidak mudah. Keberhasilan DIM menghimpun USD1,5 miliar menunjukkan bahwa Danantara sebagai institusi telah memiliki prospek, dukungan kelembagaan yang baik, serta peran strategis dalam agenda pembangunan nasional," kata Feiral sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada situasi ketidakpastian geopolitik dunia saat ini, para pemodal umumnya bertindak lebih berhati-hati dalam menanamkan modal mereka di negara-negara berkembang. 

Oleh karena itu, tingginya permintaan pasar dalam momentum ini menjadi indikasi yang sangat bagus bagi masa depan pengelolaan investasi yang dijalankan Danantara.

Kesuksesan peluncuran obligasi perdana oleh DIM ini turut disokong oleh perolehan peringkat layak investasi (investment grade), yaitu BBB dari lembaga S&P Global serta Baa2 dari Moody's. Penilaian tersebut memosisikan produk keuangan ini ke dalam kelompok yang aman untuk diinvestasikan dengan tingkat risiko yang terukur.

"Peringkat Baa2 dan BBB itu seperti tiket masuk ke pasar global. Bagi banyak investor internasional, terutama fund manager, perusahaan asuransi, hingga pengelola dana pensiun, rating menjadi dasar utama dalam menilai risiko, menentukan alokasi portofolio, serta melihat apakah suatu instrumen layak dimiliki," kata Feiral sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, apresiasi internasional ini menuntut tanggung jawab yang lebih besar terkait standar tata kelola, keterbukaan informasi, dan mitigasi risiko. "Kepercayaan investor global ini harus dipahami sebagai mandat, bukan sekadar prestasi. Dana yang telah dihimpun harus dikelola secara disiplin, transparan, dan produktif sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi Indonesia," ujar Feiral sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Modal yang didapatkan dari penerbitan surat utang ini diproyeksikan untuk menyokong bidang-bidang krusial seperti hilirisasi industri, sektor energi, dan proyek infrastruktur. 

Strategi tersebut diaplikasikan guna membuka lebih banyak lapangan pekerjaan sekaligus mendongkrak nilai tambah domestik secara luas.

Sebelumnya, Danantara Indonesia lewat DIM sudah mempublikasikan kesuksesan pelepasan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar pada 12 Juni yang lalu.

Produk investasi ini resmi diterbitkan pada 11 Juni 2026 dengan catatan rekor pemesanan tertinggi yang mengonfirmasi ketertarikan masif dari pelaku pasar dunia.

Reporter: Gemilang Ramadhan