Prediksi IHSG: Peluang Naik ke Level 6.577 Melawan Tekanan Jual

Ilustrasi: IHSG diprediksi menguat menuju level 6.577 meski diwarnai aksi jual dan dana asing keluar. (Gambar: NET)
Jumat, 19 Juni 2026 | 14:12:16 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang untuk meneruskan tren penguatan hingga mencapai level 6.577 dalam jangka pendek, walaupun pasar saat ini masih dibayangi aksi pelepasan saham oleh investor asing dan tekanan jual.

Tim riset MNC Sekuritas berpendapat bahwa koreksi yang terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya tidak merusak tren naik IHSG. Walaupun sempat mengalami penurunan sebesar 0,78 persen ke level 6.172,

indeks dinilai masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari. Melalui analisis teknikal, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG tengah berada dalam fase konsolidasi sebelum bergerak menguat kembali.

“Kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3. Adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476–6.577. Namun demikian, tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6,051-6,113,” sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Pihak MNC Sekuritas pun menambahkan bahwa level support IHSG saat ini berada di angka 5.784 dan 5.594, dengan level resistance yang dipatok pada 6.286 serta 6.459.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memproyeksikan bahwa IHSG berpeluang mengalami penguatan secara terbatas seiring dengan munculnya pola hammer candle yang menjadi indikator pembalikan arah. 

Walaupun indikator Stochastic dan Relative Strength Index memberikan sinyal yang positif, para pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati terhadap penurunan volume transaksi.

Nafan turut menyampaikan bahwa saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar tetap menjadi perhatian utama para pemodal dalam memantau pergerakan aliran dana asing. 

Dari perspektif global, pasar terus memantau hasil Global Market Accessibility Review dari MSCI yang menunjukkan posisi Indonesia berada dalam kondisi yang relatif aman di antara kelompok pasar berkembang.

Para pelaku pasar kini juga bersiap untuk mencermati keputusan akhir Annual Market Classification MSCI yang dijadwalkan pada 23-24 Juni 2026, di samping terus memperhatikan agenda penyesuaian bobot indeks atau FTSE rebalancing. 

Dari iklim domestik, Bank Indonesia telah mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen sebagai upaya mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan laju inflasi.

Sementara itu di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,18 persen ke posisi 17.794 per dolar AS karena pengaruh sentimen eksternal serta sikap hawkish dari hasil pertemuan Federal Open Market Committee. 

Walaupun tingkat suku bunga Amerika Serikat dipertahankan pada level 3,75 persen, proyeksi kenaikan suku bunga untuk tahun 2026 menjadi 3,8 persen memicu timbulnya ekspektasi pasar akan adanya kenaikan tambahan dari Federal Reserve pada bulan Desember mendatang.

Di sisi lain, pasar memperoleh sentimen yang positif dari perkembangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menyetujui kesepakatan damai sementara yang membuka kembali koridor pelayaran di Selat Hormuz. 

Langkah ini diharapkan dapat meredakan ketegangan di kawasan tersebut sekaligus meminimalisasi risiko gangguan pada pasokan energi dunia.

MNC Sekuritas merekomendasikan para investor untuk memperhatikan pergerakan saham ASII, ICBP, JPFA, dan PANI. Saham ASII disarankan untuk buy on weakness pada kisaran 4.590-4.740 dengan target harga 5.025-5.225, sedangkan ICBP direkomendasikan trading buy pada area 6.525-6.600 dengan target di level 6.825-6.950.

Untuk saham JPFA, investor disarankan melakukan buy on weakness di rentang 1.870-1.930 dengan target harga 2.100-2.210, serta saham PANI pada area 4.840-5.950 dengan target harga di angka 7.425-9.025. 

Di samping itu, Mirae Asset Sekuritas juga menganjurkan para investor untuk mencermati pergerakan saham ASII, BBTN, dan TOWR pada sesi perdagangan hari ini.

Reporter: Gemilang Ramadhan