Patok Batas Atas, Proline (PRDL) Tetapkan Harga Final IPO Rp120 per Saham

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Dok. B-Universe)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28:18 WIB

JAKARTA  — PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) mematok harga final IPO senilai Rp120 per lembar saham. 

Nominal ini merupakan batas paling atas dari rentang harga yang sempat ditawarkan ketika masa book building sebesar Rp100 hingga Rp120 per lembar saham.

Anak usaha dari PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) tersebut bakal menerbitkan sebanyak 522,9 juta lembar saham atau setara dengan 30 persen dari total saham yang bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Lewat harga final tersebut, maka perolehan dana IPO yang didapatkan menyentuh Rp62,75 miliar sebelum dipotong oleh ongkos emisi.

Dalam dokumen prospektus IPO yang dikutip Selasa (30/6/2026), Proline bakal mengalokasikan dana hasil IPO senilai Rp35,66 miliar atau setara 57 persen dari total perolehan dana IPO guna membereskan pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) serta PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

Selanjutnya, porsi sebesar 28,92 persen bakal dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), mencakup pengadaan mesin beserta peralatan kalibrasi, armada kendaraan, piranti lunak (software), hingga penambahan komponen AHU Lab Biomolekuler.

Adapun porsi sisa di kisaran 8,51 persen bakal dimanfaatkan sebagai modal kerja, termasuk pengadaan bahan baku, ongkos product & development, serta pengeluaran untuk selling & marketing.

Perseroan menunjuk pihak Sucor Sekuritas (AZ) selaku penjamin emisi efek (underwriter) tunggal pada agenda IPO ini. 

Dengan begitu, pihak Sucor bakal bertanggung jawab atas 100 persen penjaminan saham IPO tersebut.

Merujuk pada jadwal, Proline bakal menyelenggarakan masa penawaran umum (offering) pada periode 1 hingga 7 Juli. 

Tahapan penjatahan beserta distribusi masing-masing bakal dilangsungkan pada tanggal 7 dan 8 Juli, sehingga pencatatan saham di bursa akan terlaksana pada 9 Juli.

Reporter: Ibtihal