Surge Bagikan Dividen Rp10,6 Miliar dan Angkat Komisaris Utama Baru

Ilustrasi: Surge resmi membagikan dividen tunai Rp10,6 miliar kepada pemegang saham tahun buku 2025. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Rabu, 01 Juli 2026 | 11:23:30 WIB

JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge membagikan dividen senilai Rp10,6 miliar serta resmi mengangkat Hashim Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama perseroan. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Selasa (30/6/2026).

Manajemen WIFI menyatakan salah satu agenda yang disetujui adalah alokasi laba bersih untuk dividen tunai sebesar Rp2 per saham. "Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat perseroan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dukungan para pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja usaha yang kokoh sepanjang tahun 2025," tulis manajemen WIFI, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Hashim Djojohadikusumo diangkat sebagai Komisaris Utama, Fadel Muhammad sebagai komisaris, dan Doni Soetadi sebagai komisaris independen.

Di jajaran direksi, Hendrik Tee ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Yune Marketatmo yang kini menjabat sebagai direktur. Sepanjang tahun 2025, Surge merealisasikan sejumlah inisiatif strategis, termasuk penguatan struktur permodalan melalui aksi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Dari sisi keuangan, pendapatan konsolidasian perseroan tumbuh pesat sebesar 147,0% menjadi Rp1,66 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp671,85 miliar. EBITDA tercatat mencapai sekitar Rp1,15 triliun dengan margin EBITDA yang kuat di angka 69%.

Capaian tersebut mencerminkan efisiensi tinggi dalam pemanfaatan jaringan yang didorong oleh kontribusi segmen infrastruktur telekomunikasi. WIFI terus memperluas jaringan dengan mencatatkan 2,5 juta home pass dan 1,5 juta home connect dengan tingkat take-up rate mencapai 60%.

Tren positif tersebut berlanjut hingga periode 31 Maret 2026, di mana perseroan menambah masing-masing sekitar 200.000 home pass dan home connect.

Reporter: Akbar