MMIX Anggarkan Rp10 Miliar demi Buyback Saham dan Perkuat Modal

ILUSTRASI, Manajemen MMIX alokasikan Rp10 miliar untuk buyback 20 juta saham demi stabilisasi harga dan penguatan modal. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 02 Juli 2026 | 12:13:04 WIB

JAKARTA - PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memastikan agenda mereka untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham perusahaan dengan jumlah mencapai 20 juta saham.

Dalam rangka merealisasikan agenda korporasi tersebut, manajemen MMIX mengonfirmasi telah mengalokasikan dana taktis berkisar antara Rp9 miliar sampai Rp10 miliar.

"Langkah strategis ini sengaja kami eksekusi sebagai instrumen krusial untuk menjaga stabilitas harga saham di pasar reguler, sekaligus memperkuat struktur permodalan dan menjadi sinyal kuat atas tingginya kepercayaan manajemen terhadap prospek fundamental jangka panjang perusahaan di tengah fase transformasi bisnis yang sedang berjalan," kata Corporate Secretary MMIX, Synthia Wijaya, lewat pernyataan resminya pada Rabu (1/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Besarnya rasa optimisme manajemen terhadap proyeksi jangka panjang usaha perusahaan didasari oleh dua rencana aksi korporasi skala besar yang saat ini masuk dalam pipeline ekspansi bisnis MMIX.

Salah satu dari kedua aksi tersebut adalah pendirian pabrik popok bayi baru di wilayah Tangerang yang saat ini progres pembangunannya diklaim sudah menyentuh angka 99 persen.

Pabrik yang dibangun lewat kemitraan strategis bersama Fujian Nice Paper (China) di bawah naungan PT Multi Nice Paper Indonesia ini dirancang memiliki kapasitas produksi awal sebesar 185.000.000 pcs per tahun untuk setiap 1 (satu) jalur mesin.

Terkait hal tersebut, manajemen MMIX membidik pengoperasian hingga 10 jalur mesin, yang dapat mendongkrak total kapasitas produksi perusahaan hingga menyentuh 1,8 miliar pcs per tahun.

Kemampuan memproduksi secara mandiri di dalam negeri ini diprediksi mampu memangkas biaya produksi secara signifikan (cost efficiency) sekaligus meningkatkan margin laba kotor perusahaan secara drastis pada semester kedua tahun ini.

"Selain itu, katalis kedua yang kami yakini bakal membuat performa bisnis Perseroan semakin kuat, yaitu realisasi kerja sama jumbo dengan PT SAI Indonesia yang telah disahkan pada pertengahan Juni 2026 lalu," jelas Synthia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui kemitraan strategis ini, MMIX meraih hak akses eksklusif ke dalam jaringan distribusi nasional kepunyaan SAI yang menjangkau lebih dari 45.000 outlet di penjuru Indonesia.

Suntikan fasilitas logistik serta kekuatan tim penjualan yang masif ini diyakini bakal mempercepat penetrasi produk-produk unggulan perusahaan, seperti MIUBaby, MIUtis, dan MIUMask, untuk langsung merambah ke berbagai jaringan ritel modern papan atas hingga ekosistem pasar tradisional (traditional trade).

Integrasi dari sektor hulu ke hilir ini membuat manajemen MMIX semakin optimistis dalam mengejar target performa keuangan di sepanjang tahun 2026, dengan target pertumbuhan omzet dipatok mampu meningkat tajam hingga 90 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Sektor bisnis Baby Care lewat merek MIUBaby diproyeksikan bakal menjadi sumber pendapatan utama dengan sumbangsih mencapai 40-50% dari keseluruhan pendapatan.

Pertumbuhan positif ini sejatinya telah mulai terlihat sejak kuartal pertama tahun ini, di mana MMIX berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 21 persen secara tahunan, yang memvalidasi bahwa roda bisnis perusahaan sudah bergerak optimal untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Oleh sebab itu, Synthia menguraikan bahwa agenda buyback sebanyak 20 juta lembar saham ini pada akhirnya tidak sekadar berfungsi menjaga stabilitas harga di pasar saham, melainkan menjadi bukti nyata dedikasi manajemen dalam mengawal pergeseran bisnis dari perusahaan distributor menjadi produsen personal care yang terintegrasi.

Momen publikasi intervensi pasar ini juga dinilai sangat selaras dengan rangkaian pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan perusahaan pada akhir Juni 2026, yang juga memaparkan perkembangan terbaru terkait operasional pabrik dan rencana ekspansi.

Di kalangan para pelaku pasar modal serta investor, kombinasi antara penyediaan dana buyback, kesiapan operasional pabrik baru, serta jaminan jaringan distribusi nasional akan menempatkan MMIX sebagai salah satu emiten sektor konsumsi yang paling potensial pada tahun ini.

Reporter: Gemilang Ramadhan