IHSG Diprediksi Lanjutkan Kenaikan Menuju Level 6.000 Minggu Depan

ILUSTRASI, IHSG ditutup menguat 2,28 persen pada Jumat, mendekati level 5.876. (Sumber Gambar : Net)
Minggu, 05 Juli 2026 | 14:56:21 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal meneruskan tren penguatan pada perdagangan minggu depan, dengan sasaran menguji area psikologis di kisaran 5.900 hingga 6.000. Prediksi tersebut didorong oleh perbaikan sentimen di pasar global serta konfirmasi penguatan melalui indikator teknikal.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa potensi kenaikan IHSG masih cukup besar seiring membaiknya kondisi pasar global. "Dengan kombinasi sentimen global yang membaik dan konfirmasi dari indikator teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang menguji kisaran 5.900 hingga 6.000 pada perdagangan pekan depan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG ditutup menguat 2,28 persen ke level 5.875,78. Pergerakan ini searah dengan mayoritas bursa saham Asia yang juga berakhir di zona hijau.

Sentimen positif utama bersumber dari Amerika Serikat setelah data nonfarm payrolls (NFP) menunjukkan tanda-tanda perlambatan di sektor tenaga kerja. 

Hal ini memperkuat harapan bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan bersikap lebih akomodatif terkait kebijakan suku bunga, yang kemudian memicu minat investor terhadap aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.

Di sisi lain, penurunan harga minyak mentah dan kenaikan harga emas turut memberikan dukungan terhadap sentimen pasar pada akhir pekan. 

Namun demikian, investor tetap diminta mencermati berbagai data ekonomi global serta arah kebijakan bank sentral utama dunia, yang berpotensi memicu volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Sebagai catatan, performa pasar saham domestik selama pekan sebelumnya masih mencatatkan pelemahan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 29 Juni-3 Juli 2026, IHSG terkoreksi 0,35 persen menjadi 5.875,780 dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya.

Pelemahan indeks ini diikuti oleh penurunan kapitalisasi pasar sebesar 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun, dari sebelumnya Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya. Aktivitas perdagangan di Bursa juga mengalami perlambatan.

Rata-rata nilai transaksi harian mencatatkan penurunan paling dalam, yakni 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya. 

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian menyusut 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham di pekan sebelumnya.

Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian berkurang 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,73 juta kali transaksi. Meski di tengah pelemahan tersebut, investor asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini.

Secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun.

Reporter: Gemilang Ramadhan