Bekasi Fajar BEST Bidik Marketing Sales Rp600 Miliar Periode 2026
BEKASI – PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menetapkan target marketing sales sebesar Rp600 miliar pada 2026 dengan fokus pengembangan kawasan industri MM2100.
Langkah strategis ini diambil guna merespons pemulihan ekonomi nasional yang kian stabil di tengah dinamika global. Perseroan melihat peluang besar pada pertumbuhan permintaan lahan industri berkualitas tinggi bagi para pelaku usaha.
"Dengan pengalaman pengembangan kawasan industri lebih dari 30 tahun, Perseroan tetap percaya akan potensi kebutuhan pelaku bisnis atas kawasan industri yang profesional dan dapat diandalkan," ujar Leo Yulianto Sutedja, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Minggu (26/4/2026).
Pihak manajemen menekankan pentingnya pengalaman panjang dalam mengelola kawasan industri untuk mempertahankan kepercayaan investor. Strategi ini diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhan pendapatan berulang di masa mendatang.
Manajemen menjelaskan bahwa fokus utama pemasaran lahan akan diarahkan pada beberapa sektor strategis seperti pergudangan, logistik, barang konsumsi, hingga pusat data.
"Perubahan ini merupakan bagian dari pertumbuhan perseroan sehingga mampu mendorong akselerasi strategi bisnis, serta menyesuaikan dengan tantangan industri dan kebutuhan organisasi ke depan," ujar Leo, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Minggu (26/4/2026).
Optimisme ini juga didukung oleh rencana peningkatan fasilitas di kawasan industri MM2100 yang dikelola oleh emiten bersandi saham BEST tersebut. Konektivitas menjadi nilai jual utama yang ditawarkan kepada calon penyewa lahan.
Pembangunan infrastruktur pemerintah seperti jalan tol JORR II ruas Cibitung hingga Cilincing memberikan dampak positif yang signifikan bagi mobilitas di kawasan tersebut. Keberadaan akses transportasi terpadu diyakini bakal meningkatkan nilai jual kawasan secara keseluruhan.
"Kawasan Industri MM2100 Bekasi akan dikembangkan sarana dan fasilitas dan memanfaatkan pembangunan infrastruktur di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan," papar Leo, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Minggu (26/4/2026).
Fasilitas pendukung lainnya seperti proyek kereta cepat dan perluasan pelabuhan juga menjadi katalis penting bagi perkembangan bisnis perusahaan. Pemanfaatan sarana publik ini diharapkan mempermudah distribusi barang bagi para penyewa.
Selain menetapkan target penjualan yang ambisius manajemen juga memutuskan kebijakan finansial terkait laba bersih tahun sebelumnya. Perseroan memilih untuk tidak membagikan dividen demi menjaga likuiditas operasional.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat umum pemegang saham untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dana yang ada bakal dialokasikan sebagai tambahan modal kerja untuk mendukung berbagai ekspansi usaha tahun ini.
Leo menyampaikan bahwa di tengah gejolak ekonomi dan geo politik global serta seiring dengan pemulihan ekonomi Indonesia, strategi Perseroan adalah terus fokus pada bisnis kawasan industri.
Kinerja operasional yang solid menjadi kunci bagi perusahaan untuk mencapai target penjualan 600 miliar rupiah tersebut. Komitmen terhadap pelayanan pelanggan tetap menjadi prioritas dalam menghadapi persaingan di sektor properti industri.