Breaking

Kinerja Emiten Sawit DSNG Moncer, Kantongi Laba Rp430,43 Miliar

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 27 April 2026
Kinerja Emiten Sawit DSNG Moncer, Kantongi Laba Rp430,43 Miliar
Jajaran manajemen PT Dharma Satya Nusantara Tbk

JAKARTA – Emiten sawit DSNG cetak laba Rp430,43 miliar kuartal I/2026, naik 16,92 persen dibandingkan periode tahun lalu berkat volume penjualan CPO yang terjaga stabil.

Performa keuangan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. menunjukkan tren positif pada pembukaan 3 bulan pertama tahun ini.

Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih yang cukup signifikan dari posisi Rp368,13 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kinerja kuartal I/2026 ini mencerminkan keberhasilan strategi optimasi yield dan efisiensi biaya di seluruh lini operasional kami," ungkap Andrianto Oetomo, Direktur Utama DSNG, melansir dari bisnis.com, Senin (27/4/2026).

Peningkatan laba bersih ini sejalan dengan pendapatan yang tercatat sebesar Rp2,35 triliun atau naik sekitar 4 persen.

Andrianto Oetomo menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan volume penjualan minyak sawit mentah (CPO) sebesar 5 persen secara tahunan.

Meskipun harga rata-rata penjualan CPO mengalami sedikit tekanan, volume produksi tandan buah segar (TBS) perusahaan mampu menutupi celah tersebut.

Produksi TBS internal mengalami kenaikan 7 persen yang memberikan kontribusi besar pada margin keuntungan perusahaan.

Segmen produk kayu juga memberikan sinyal pemulihan setelah menghadapi tantangan permintaan global pada tahun sebelumnya.

Pihak manajemen optimistis bahwa target produksi tahun ini tetap berada pada jalur yang direncanakan semula.

"Kami memproyeksikan kondisi pasar CPO akan tetap kondusif dengan dukungan permintaan domestik yang kuat sepanjang 2026," ujar Andrianto Oetomo sebagaimana dikutip dari bisnis.com, Senin (27/4/2026).

Efisiensi pada beban pokok penjualan turut menjadi faktor kunci dalam menjaga profitabilitas di level 18 persen.

Perusahaan terus fokus pada digitalisasi perkebunan untuk meningkatkan akurasi data produksi di lapangan secara real-time.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua