Breaking

Ketegangan AS dan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent 1,35 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
Ketegangan AS dan Iran Picu Lonjakan Harga Minyak Brent 1,35 Persen
ILUSTRASI, tambang minyak (Sumber Gambar : Net)

SINGAPURA – Harga minyak mentah Brent melonjak hingga melampaui US$1 per barel pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Lonjakan ini terjadi akibat eskalasi ketidakpastian seputar negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung sepanjang akhir pekan lalu.

Berdasarkan laporan dari Reuters, penguatan harga minyak ini dipicu oleh kebuntuan dalam pertemuan utusan dari kedua negara yang membahas kesepakatan damai jangka pendek. Kondisi tersebut kembali memicu kekhawatiran para pelaku pasar terkait kelancaran pasokan energi global.

Saat berita ini ditulis, nilai minyak Brent tercatat menguat sebesar US$ 1,09 atau sekitar 1,35 persen ke level US$ 81,66 per barel. Pada sesi perdagangan pagi hari, harga komoditas ini bahkan sempat menyentuh angka tertinggi di posisi US$ 82,30.

Sentimen pasar juga sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik di Timur Tengah, menyusul keluarnya pernyataan yang saling bertolak belakang dari pihak Washington dan Teheran terkait kelanjutan proses diplomasi tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan telah menggelar pertemuan dengan perwakilan Iran pada Minggu (21/6/2026) untuk merundingkan langkah awal kesepakatan damai temporer. 

Kendati demikian, situasi di pasar tetap diliputi spekulasi tinggi setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan peringatan mengenai potensi kembalinya ketegangan andai negosiasi tersebut menemui kegagalan.

Di waktu yang bersamaan, Iran dikabarkan kembali melakukan pemblokiran di Selat Hormuz, jalur laut krusial yang menjadi rute utama distribusi pasokan minyak mentah dunia. Hambatan ini kian memperparah kecemasan pelaku pasar atas risiko tersendatnya pasokan energi internasional.

Kombinasi dari berbagai faktor geopolitik ini memicu fluktuasi tajam pada harga minyak dunia. Saat ini, para investor terus memantau dengan cermat perkembangan terbaru dari diplomasi AS-Iran yang dinilai sangat krusial dalam menentukan arah pergerakan harga minyak ke depan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua