Breaking

IHSG Sepekan Naik 2,82 persen, Bersiap Uji Resisten Lebih Tinggi

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Senin, 22 Juni 2026
IHSG Sepekan Naik 2,82 persen, Bersiap Uji Resisten Lebih Tinggi
Ilustrasi: IHSG diperkirakan melanjutkan tren penguatan dengan potensi menguji level 6.476-6.577 pekan depan. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih mempunyai dorongan yang memadai untuk meneruskan tren kenaikannya pada perdagangan di pekan mendatang. Secara analisis teknikal, posisi indeks saham dalam negeri tersebut diperkirakan tetap berada pada jalur yang aman untuk melewati tingkat resisten yang lebih tinggi.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengutarakan bahwa indikator arah pergerakan pasar pada saat ini masih memperlihatkan sinyal yang relatif kuat. "Mencermati kondisi IHSG dari sisi teknikal, saat ini masih mampu berada di atas MA20-nya dengan MACD yang masih cenderung menguat," kata Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Herditya memproyeksikan adanya kesempatan bagi indeks bursa untuk bergerak naik melewati batas atas yang baru. "Kami memperkirakan, masih terdapat peluang IHSG menguat paling tidak untuk menguji rentang area 6.476-6.577 dahulu," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pandangannya, pergerakan IHSG ditopang oleh perpaduan antara publikasi data global serta meredanya ketegangan geopolitik dunia. Keputusan dari lembaga indeks global, MSCI, untuk tetap mempertahankan posisi pasar Indonesia dalam kelompok negara berkembang memberikan rasa aman bagi para pelaku pasar.

Di samping itu, kesepakatan damai yang diraih oleh Amerika Serikat dan Iran turut memberikan kontribusi dalam menekan volatilitas pasar saham lantaran berimbas langsung terhadap penurunan harga minyak mentah di pasar dunia. Kondisi tersebut menjadi sentimen yang menguntungkan bagi struktur anggaran perusahaan-perusahaan domestik.

"Dari sisi sentimen, beberapa waktu lalu MSCI sudah mengeluarkan pengumuman awal bahwa Indonesia masih berada di EM dengan beberapa catatan yang perlu dicermati ditambah dengan adanya perjanjian perdamaian AS-Iran sehingga membuat harga minyak dunia cenderung turun masih menjadi sentimen positif bagi IHSG," ujar dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun diselimuti oleh beragam sentimen positif, Herditya tetap mengingatkan para pelaku pasar agar senantiasa berhati-hati sebab pasar modal domestik belum sepenuhnya terlepas dari tekanan pelepasan aset portofolio. "Meskipun di sisi lain outflow masih membayangi IHSG," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada periode sebelumnya, Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa sepanjang 15-19 Juni 2026, indikator aktivitas perdagangan berfluktuasi secara bervariasi dengan pertumbuhan paling tinggi dibukukan oleh IHSG. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, memverifikasi bahwa indeks saham dalam negeri berhasil melewati level psikologis yang baru setelah membukukan kenaikan beruntun dalam lima hari perdagangan.

"IHSG selama sepekan naik sebesar 2,82 persen sehingga ditutup pada level 6,177.139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu," ujar Kautsar sebagaimana dilansir dari berita sumber. Kenaikan tajam kinerja IHSG tersebut secara langsung mengerek nilai keseluruhan kapitalisasi pasar di bursa sebesar 2,51 persen, di mana nilainya melonjak menuju Rp10.788 triliun dibandingkan dengan posisi pekan terdahulu yang berada di angka Rp10.524 triliun.

Berbanding terbalik dengan arah penguatan indeks, volume aktivitas perdagangan di lantai bursa justru memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Pihak BEI merilis data bahwa rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini menyusut sebesar 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun jika disandingkan dengan perolehan pekan lalu yang mencapai Rp25,06 triliun.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa yang merosot hingga 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari raihan sebelumnya yang sebesar 36,14 miliar saham. Selaras dengan tren tersebut, rata-rata frekuensi transaksi dalam sepekan turut mengalami koreksi sebesar 10,33 persen menjadi hanya sebanyak 2,25 juta kali transaksi dari level pekan sebelumnya yang berada di angka 2,51 juta kali transaksi.

Di pihak lain, kekhawatiran para analis terkait risiko hengkangnya modal asing terbukti dari aktivitas pemodal internasional yang semakin gencar merealisasikan aksi jual saham. "Investor asing hari ini (Jumat) mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun," kata Kautsar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua