PDPP Ekspansi ke Bisnis Daur Ulang Plastik Demi Dongkrak Laba
JAKARTA – Emiten yang terafiliasi dengan Sugianto Kusuma atau Aguan, PT Primadaya Plastisindo Tbk. (PDPP) memiliki rencana untuk melebarkan sayap bisnisnya. Perseroan bakal menambah lini usaha baru yang bergerak di bidang pemulihan material barang plastik lewat KBLI 38302. Aktivitas ini nantinya meliputi pengelolaan serta pendaurulangan limbah plastik demi dijadikan bahan baku bagi sektor industri.
Direktur Utama PDPP Kennie Angesty mengutarakan bahwa ekspansi usaha ini merupakan salah satu strategi pengembangan bisnis dari perseroan.
Langkah ini diambil untuk memperkokoh posisi perusahaan di sektor industri plastik sekaligus menangkap peluang dari tingginya permintaan bahan baku daur ulang di pasar domestik maupun mancanegara.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber “Penambahan kegiatan usaha berupa KBLI 38302 merupakan bagian dari strategi pengembangan kegiatan usaha perseroan untuk memperkuat posisi perseroan di industri plastik serta mendukung kegiatan usaha yang berkelanjutan,” kata Kennie dalam keterbukaan informasi, Senin (22/6/2026).
Kennie memaparkan bahwa agenda penambahan bidang usaha ini bakal terlebih dahulu diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang rencananya digelar pada 24 Juni 2026.
Hal tersebut dijalankan demi memenuhi regulasi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 17/2020.
Ekspansi bisnis tersebut dieksekusi via KBLI 38302-Pemulihan Material Barang Plastik yang mencakup proses pengolahan limbah plastik menjadi produk material dasar contohnya berupa potongan plastik (flakes) serta bijih plastik (pellets) demi dapat dimanfaatkan kembali oleh industri hilir.
Melalui rencana pengembangan ini, PDPP bakal memfokuskan diri pada pengolahan jenis material plastik seperti Polyethylene Terephthalate (PET) dan Polycarbonate (PC).
Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan ke jenis material lainnya di masa mendatang demi menyesuaikan keperluan pasar serta tren industri.
Menurut penilaian Kennie, manuver ini selaras dengan tren global industri plastik saat ini yang kian berfokus pada implementasi prinsip ekonomi sirkular, seiring dengan melonjaknya permintaan komoditas daur ulang dari sektor kemasan dan industri manufaktur.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber “Perkembangan industri plastik, baik di Indonesia maupun secara global, menunjukkan peningkatan perhatian terhadap pengelolaan limbah plastik, pemanfaatan material daur ulang, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan,” tambah Kennie.
Pihak PDPP pun membeberkan bahwa permintaan akan material plastik hasil daur ulang terus mengalami kenaikan, sejalan dengan besarnya komitmen dari para pelaku industri untuk menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Di samping itu, perseroan juga dinilai telah mengantongi rekam jejak dalam pemanfaatan material daur ulang, khususnya untuk produk yang menggunakan bahan Polycarbonate (PC).
Ditambah lagi, emiten ini sudah memiliki portofolio variasi produk plastik seperti galon air minum, botol, jeriken, hingga berbagai macam komponen plastik lainnya.
Guna menyokong laju operasional usaha baru ini, PDPP pun menyiagakan kapasitas operasional yang memadai, yaitu berupa enam fasilitas pabrik dengan cakupan total luas lahan berkisar 8 hektare, serta didukung oleh 35 mesin produksi yang selama ini telah dioperasikan dalam aktivitas usaha utama.
ika ditinjau dari sisi kapasitas, aktivitas pemulihan material plastik ini diestimasi mempunyai kemampuan produksi berkisar 5.260 hingga 5.680 ton per tahunnya, yang juga disokong dengan kontrak kepastian pasokan bahan baku yang telah diamankan oleh perseroan.
Sementara untuk kebutuhan modal investasi dalam rangka pengembangan lini bisnis baru tersebut ditaksir menyentuh angka kurang lebih Rp7,5 miliar. Investasi ini bakal digulirkan bertahap sampai dengan tahun 2028 dan pembiayaannya secara keseluruhan bersumber dari kas internal perseroan.
Merujuk pada hasil studi kelayakan, ekspansi usaha baru ini diprediksi memberikan efek yang positif bagi performa finansial PDPP. Hal itu tecermin dari raihan Net Present Value (NPV) yang bernilai Rp18,46 billion serta indikator kelayakan finansial investasi lainnya yang dinilai sangat kuat.
Dari sudut pandang proyeksi pos keuangan, penambahan portofolio bisnis ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan serta tingkat profitabilitas perseroan, seiring bertambahnya keran pemasukan baru yang berasal dari lini usaha pemulihan material plastik.
Kendati demikian, pihak perseroan kembali menegaskan bahwa seluruh skenario rencana ini masih harus menanti keputusan restu dari RUPS, sebelum nantinya diteruskan pada tahap pemenuhan perizinan usaha lewat sistem Online Single Submission (OSS) serta penyesuaian Nomor Induk Berusaha (NIB).