Breaking

Gihon Telekomunikasi Mulai Salurkan Dividen Rp 17.800 per Lot Saham

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 24 Juni 2026
Gihon Telekomunikasi Mulai Salurkan Dividen Rp 17.800 per Lot Saham
Ilustrasi: PT Gihon Telekomunikasi Indonesia mulai menyalurkan dividen tunai Rp 17.800 per lot kepada investor. (Foto: NET)

JAKARTA – Para pemegang saham PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk yang tercatat sebagai penerima dividen hari ini sudah bisa memeriksa rekening mereka masing-masing. Perusahaan telekomunikasi ini mulai mendistribusikan dividen tunai dengan besaran Rp 17.800 untuk setiap lot saham.

Emiten menara telekomunikasi ini sebelumnya telah menyepakati pembagian total dividen tunai mencapai Rp 97,9 miliar bagi para investornya. Ketetapan ini resmi disahkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar pada Jumat, 5 Juni 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, para investor berhak mendapatkan dividen tunai sebesar Rp 178 untuk tiap lembar saham atau setara dengan Rp 17.800 per lot. 

Sementara itu, pada sesi perdagangan Selasa (23/6/2026), harga saham GHON menyentuh posisi Rp 1.615 setelah mengalami penurunan 40 poin atau 2,42 persen.

Pergerakan saham GHON sebelumnya sempat menyentuh level Rp 2.330 pada 15 Juni 2026, yang bertepatan dengan masa cum dividen. Merujuk pada harga tersebut, yield dividen dari saham GHON berada di angka 7,64 persen, nilai yang berada di atas rata-rata suku bunga deposito perbankan umum berkisar 3,5 persen hingga 4 persen.

Mengenai performa bisnis pada tahun 2026, GHON membukukan total penyewaan menara telekomunikasi serta kolokasi sebanyak 1.676 unit sampai dengan kuartal I-2026. 

Direktur PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, Yoyong, memaparkan bahwa perolehan itu mengalami penurunan sebanyak 29 penyewaan jika disandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 yang menembus 1.705.

Secara rinci, angka penyewaan menara mengalami kenaikan sebanyak 51 menjadi 1.072 pada kuartal I-2026, namun untuk total kolokasi justru merosot 80 menjadi 604. "Pengurangan sewa pada awal 2026 dibandingkan dengan 2025 ini terutama dipengaruhi oleh merger XL Axiata dan Smartfren (menjadi XLSmart) tahun lalu," ujar Yoyong dalam paparan publik perusahaan di Jakarta, Jumat (5/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Akibat dari dinamika tersebut, rasio kolokasi yang dimiliki GHON menyusut dari angka 1,67 pada tahun 2025 menjadi 1,56 pada kuartal I-2026. Sementara untuk lini bisnis fiber optik, panjang total jaringan fisik yang dikelola perusahaan tidak berubah, yakni tetap di angka 1.636 kilometer hingga kuartal I-2026.

Meski begitu, panjang jaringan fisik yang mampu memberikan pemasukan menyusut 143 kilometer menjadi tinggal 1.378 kilometer, dari posisi sebelumnya sebesar 1.521 kilometer pada tahun 2025. 

Pihak manajemen menjelaskan bahwa penciutan tersebut dipicu oleh berkurangnya kuantitas penyewaan dari pihak Smartfren.

Penurunan pada segmen jaringan itu ikut menyeret rasio tenansi fiber optik perusahaan yang turun dari posisi 0,94 pada 2025 menjadi 0,84 pada kuartal I-2026. 

Jika ditinjau secara geografis, penyewaan untuk jaringan fiber optik ini didominasi di wilayah Pulau Jawa dengan porsi mencapai 77 persen, kemudian diikuti oleh Sulawesi sebesar 15 persen, Sumatra sebesar 7 persen, serta Kalimantan sebesar 1 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua