Breaking

Indeks Wall Street Melemah akibat Aksi Ambil Untung Saham AI

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Indeks Wall Street Melemah akibat Aksi Ambil Untung Saham AI
Ilustrasi: Nasdaq terkoreksi akibat aksi ambil untung pada saham semikonduktor yang melonjak sepanjang tahun. (Gambar: NET)

NEW YORK – Bursa saham Wall Street secara keseluruhan ditutup melemah pada Rabu (1/7/2026). Indeks Dow Jones sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) intraday sebelum akhirnya kehilangan tenaga.

Nasdaq terkoreksi karena aksi ambil untung investor pada saham-saham semikonduktor yang telah melesat sepanjang tahun ini. Dow Jones Industrial Average ditutup turun tipis 13,96 poin (0,03%) ke level 52.305,24 sebagaimana dilansir dari sumber berita. 

Indeks 30 saham unggulan itu sempat menyentuh rekor ATH intraday di level 52.742,66 sebelum berbalik arah. S&P 500 turun 0,22% menjadi 7.483,23, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,66% ke posisi 26.040,03.

Pemicu utama tekanan adalah sektor semikonduktor karena investor merealisasikan keuntungan dari reli saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Saham-saham tersebut telah melonjak lebih dari 80% sepanjang semester I-2026. 

Saham Micron merosot lebih dari 10%, meski secara year-to-date masih menguat di atas 260%. Sandisk juga turun lebih dari 10%, namun masih membukukan lonjakan sekitar 750% selama 2026.

Nvidia dan Broadcom masing-masing terkoreksi sekitar 1% dan 2%. Pendiri sekaligus CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, menilai rotasi sektor masih berlanjut memasuki kuartal III. Menurut dia, modal investor kini dialihkan dari saham teknologi ke saham blue chip dalam indeks Dow Jones. "Rotasi besar masih berlanjut. Investor memindahkan keuntungan dari saham teknologi ke saham-saham unggulan yang lebih defensif. Ini menjadi sinyal positif karena menunjukkan reli pasar semakin merata dan memperkuat tren bullish yang telah berlangsung selama empat tahun," ujarnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Meski Nasdaq melemah, beberapa saham teknologi berkapitalisasi besar sanggup menahan tekanan. Meta Platforms melonjak hampir 9% setelah mengumumkan rencana bisnis layanan komputasi awan (cloud) serta menjual kapasitas komputasi berlebih. Saham Microsoft naik sekitar 3% dan Apple meningkat hampir 2%.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi Bank Sentral Eropa (ECB) di Portugal. Warsh tidak memberikan arahan kebijakan suku bunga untuk pertemuan bulan ini. 

Namun, ia menekankan bahwa tingkat harga masih terlalu tinggi sehingga inflasi tetap menjadi perhatian utama bank sentral.

Walaupun perdagangan cenderung datar, kinerja Wall Street sepanjang semester pertama 2026 tetap mengesankan. Dow Jones mencatatkan kenaikan 8,9% sebagai performa semester pertama terbaik sejak 2021. S&P 500 menguat 9,6% dan Nasdaq naik 12,8%. 

Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 melesat hampir 22% dan mencatat awal tahun terbaik sejak 1991.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua