Breaking

Pasar Saham Asia Bervariasi Indeks Kospi Korsel Anjlok Lima Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 02 Juli 2026
Pasar Saham Asia Bervariasi Indeks Kospi Korsel Anjlok Lima Persen
Ilustrasi: Indeks Kospi turun tajam 4,15 persen pada perdagangan pagi di Bursa Korea Selatan. (Foto: NET)

JAKARTA – Pasar saham di kawasan Asia sebagian besar mengalami penurunan pada sesi perdagangan pagi hari ini, Kamis (2/7/2026). Berdasarkan data hingga pukul 08.25 WIB, indeks Nikkei 225 mengalami koreksi sebesar 1,69 persen menuju posisi 69.280,5.

Di tempat lain, indeks Hang Seng mengawali hari dengan penguatan sebesar 0,83 persen menuju area 23.071,43. Di waktu yang sama, indeks Taiex terpantau melemah 1,97 persen ke posisi 46.091,91 dan indeks Kospi terperosok hingga 4,15 persen ke level 7.958,96.

Selanjutnya, indeks ASX 200 terkoreksi tipis sebesar 0,05 persen berada di level 8.718,5. Namun, indeks FTSE Straits Times berhasil menguat sebesar 0,25 persen ke angka 5.174,62 serta indeks FTSE Malay KLCI terapresiasi 0,21 persen menuju posisi 1.660,24.

Penurunan di zona Asia dipimpin oleh indeks Kospi yang sempat merosot hingga melampaui 5 persen di awal sesi perdagangan. Situasi ini memaksa otoritas Bursa Korea Selatan untuk membekukan perdagangan secara temporer selama 5 menit demi menekan tingkat volatilitas yang tinggi.

Indeks Kosdaq yang melacak saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil juga ikut tertekan sebesar 3,55 persen pada pagi hari ini. Tren negatif di Asia mengekor bursa saham utama Amerika Serikat yang ditutup sedikit melemah pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Performa Wall Street melempem setelah indeks Dow Jones kehilangan momentum keuntungan sebesar 423,46 poin yang sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi baru. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite berakhir di zona merah dengan penurunan masing-masing sebesar 0,2 persen dan 0,7 persen karena para pelaku pasar cenderung mengurangi kepemilikan saham mereka di sektor manufaktur chip.

Saat ini fokus pasar global tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan untuk periode bulan Juni. Berdasarkan hasil survei Dow Jones terhadap sejumlah ekonom, diperkirakan akan ada tambahan sebanyak 115.000 lapangan kerja baru yang tercipta pada bulan lalu.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua