Breaking

Strategi Multipolar (MLPL) Transfer Aset Rp780 Miliar ke MPPA

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 04 Juli 2026
Strategi Multipolar (MLPL) Transfer Aset Rp780 Miliar ke MPPA
ILUSTRASI, PT Multipolar Tbk. melakukan transfer aset senilai Rp780 miliar ke PT Matahari Putra Prima Tbk. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Multipolar Tbk. (MLPL) melakukan transfer portofolio aset dengan nilai total Rp780 miliar kepada perusahaan afiliasi, yakni PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA).

Mengacu pada keterbukaan informasi, aksi korporasi tersebut dieksekusi oleh sejumlah entitas usaha Multipolar, antara lain PT Balaraja Sentosa, PT Citra Cito Perkasa, PT Surya Asri Lestari, PT Panca Megah Utama, serta PT Nusa Malioboro Indah. Di sisi lain, MPPA berperan sebagai pihak pembeli dalam transaksi ini.

Manajemen MLPL mengungkapkan bahwa langkah ini didorong oleh evaluasi rutin yang dilakukan perseroan terhadap portofolio aset yang dimiliki. Hal ini merupakan bagian dari upaya pengelolaan investasi serta optimalisasi portofolio aset agar selaras dengan strategi bisnis perusahaan.

"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Perseroan memandang bahwa pengalihan aset melalui transaksi ini sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio aset Perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber, tulis manajemen Multipolar melalui keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Lebih lanjut, aset yang menjadi objek transaksi dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional serta rencana ekspansi usaha MPPA. Dengan demikian, transaksi afiliasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak sesuai dengan strategi usaha masing-masing.

Merujuk pada laporan keuangan per 31 Maret 2026, MLPL mencatat penyusutan total aset sebesar 4,57% year-to-date (ytd) menjadi Rp14,39 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp15,08 triliun. 

Liabilitas tercatat meningkat 3,89% ytd menjadi Rp9,13 triliun dan ekuitas mengalami penurunan 16,40% ytd menjadi Rp5,26 triliun.

Sementara itu, penjualan neto tercatat tumbuh 5,22% secara tahunan (yoy) menjadi Rp3,16 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencatatkan lonjakan hingga 921,31% yoy menjadi Rp119,8 miliar.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua