Breaking

Punya Pabrik Baru, MMIX Mulai Layani Jasa Maklon Produk Nasional

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Punya Pabrik Baru, MMIX Mulai Layani Jasa Maklon Produk Nasional
ILUSTRASI, Pabrik baru MMIX di Tangerang mulai melayani jasa maklon produk nasional. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Multi Medika Internasional Tbk. (MMIX) telah memperoleh pesanan layanan maklon atau manufaktur OEM dari sejumlah pelaku industri lokal melalui fasilitas produksi PT Multi Nice Paper Indonesia (MNPI). Pabrik yang dioperasikan oleh MNPI ini merupakan hasil perusahaan patungan antara MMIX dan Fujian Nice Paper Co., Ltd.

Direktur Utama PT Multi Medika Internasional Tbk. Mengky Mangarek menyatakan bahwa selain berfungsi sebagai basis produksi untuk berbagai merek milik MMIX, pabrik tersebut kini mulai berperan sebagai mitra manufaktur bagi pemilik merek nasional yang ingin memproduksi barang melalui skema maklon.

Menurutnya, fasilitas tersebut memang sejak awal dikonstruksi untuk memenuhi kebutuhan internal sekaligus membuka lini bisnis baru bagi perusahaan lain.

"Kami melihat kebutuhan jasa maklon untuk kategori hygiene terus meningkat. Karena itu, sejak awal kami membangun fasilitas ini bukan hanya sebagai basis produksi merek-merek MMIX, tetapi juga sebagai mitra manufaktur yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan dengan standar kualitas yang tinggi," ujar Mengky dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/7/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pabrik yang terletak di Tangerang ini berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare dan dilengkapi dengan lini produksi canggih yang mampu menghasilkan sekitar 900 popok bayi per menit. 

Saat mencapai tahap pengembangan penuh, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengoperasikan hingga 10 lini produksi dengan kapasitas mencapai sekitar 1,8 miliar popok per tahun.

Sebelumnya, Mengky mengungkapkan bahwa rencana total investasi pabrik mencapai sekitar US$4 juta. Pembangunan tersebut didanai melalui kas internal perusahaan dengan porsi kepemilikan MMIX sebesar 15%, sementara 85% sisanya berasal dari investor asing.

Perseroan menilai bahwa masuknya pesanan maklon sejak awal operasional akan membantu meningkatkan tingkat utilisasi pabrik serta menciptakan sumber pendapatan baru di luar penjualan produk bermerek milik perusahaan. 

Model bisnis ini juga diyakini dapat mempercepat tercapainya skala ekonomi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat profitabilitas dalam jangka panjang.

Di samping itu, memiliki fasilitas produksi sendiri memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi MMIX dalam melakukan inovasi produk, menjaga konsistensi kualitas, mempercepat peluncuran produk baru, hingga mengurangi ketergantungan pada produk impor melalui peningkatan kapasitas produksi domestik.

"Ke depan, pabrik MNPI akan menjadi pusat produksi berbagai merek personal care MMIX, termasuk MIUBaby, sekaligus menopang strategi ekspansi perseroan di segmen Mom & Baby Care yang diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perusahaan," tambahnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain itu, keberadaan pabrik ini diharapkan mampu mempercepat lokalisasi produksi untuk menekan ketergantungan terhadap impor, sehingga perusahaan dapat menjaga margin keuntungan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Perseroan menargetkan porsi produk impor menurun secara bertahap menjadi 80% pada tahun pertama, 60% pada tahun kedua, hingga di bawah 30% pada tahun ketiga setelah pengembangan pabrik popok bayi di dalam negeri berjalan optimal.

Sebelumnya, Direktur Keuangan MMIX Eveline N Susanto menjelaskan bahwa pada Kuartal I/2026, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp50,1 miliar, atau naik 2,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp48,8 miliar. 

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bersih perusahaan juga meningkat drastis menjadi Rp1,5 miliar, atau tumbuh 20,6% dibandingkan kuartal I/2025.

Emiten produsen popok bayi, tisu bambu, dan masker dengan merek MIU ini tetap mempertahankan target pertumbuhan pendapatan sekitar 25,3% pada tahun 2026 dengan proyeksi penjualan mencapai hingga Rp388 miliar. 

Target tersebut didukung oleh perluasan distribusi, peluncuran produk baru, serta peningkatan kapasitas produksi popok bayi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua