Breaking

PNM Serap Lulusan SMA dan SMK Prasejahtera di Bawah Danantara

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
PNM Serap Lulusan SMA dan SMK Prasejahtera di Bawah Danantara
ILUSTRASI, PNM menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja lulusan SMA dan SMK dari keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Persoalan tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah tetap menjadi kendala ketenagakerjaan utama di Indonesia. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMA dan SMK tercatat sebagai kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka yang tergolong tinggi jika dibandingkan dengan jenjang pendidikan lain.

Menyikapi kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) memberikan solusi yang tidak sekadar berfokus pada pemberdayaan dan pembiayaan pelaku usaha ultra mikro, namun juga menyediakan lapangan kerja bagi generasi muda di berbagai wilayah. 

Lewat perluasan pendampingan dan layanan kepada jutaan nasabah, PNM mampu menciptakan peluang kerja yang memungkinkan lulusan SMA dan SMK untuk berkreasi, berkembang, serta merancang masa depan.

Upaya ini selaras dengan arahan Pemerintah melalui Danantara guna memperkuat sektor UMKM sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. 

Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menekankan bahwa penguatan UMKM bakal menghasilkan efek berganda yang luas, mulai dari meningkatkan daya saing Indonesia, memperluas lapangan kerja, hingga memicu pertumbuhan ekonomi.

Dony turut menggarisbawahi pentingnya memprioritaskan hak karyawan di tengah proses konsolidasi dan transformasi BUMN. “Transformasi BUMN harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan hubungan industrial yang sehat,” ujar Dony sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai entitas di dalam ekosistem Danantara, PNM menunjukkan bahwa pemberdayaan serta perluasan akses pembiayaan dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar. 

Meningkatnya jumlah nasabah secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan tenaga pendamping lapangan, yang kemudian membuka pintu kerja bagi puluhan ribu lulusan SMA sederajat, terutama mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera. 

Selain mendapatkan pekerjaan formal, mereka pun diberikan peluang untuk meningkatkan kompetensi, merintis jenjang karier, hingga menempuh pendidikan lanjut melalui program beasiswa dari PNM.

Sampai saat ini, PNM berhasil menyerap lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh nusantara. Sekitar 88 persen dari jumlah tersebut adalah perempuan, dengan lebih dari 43 ribu di antaranya merupakan lulusan SMA sederajat. 

Mereka berperan sebagai agen pemberdayaan ekonomi di komunitas sekaligus garda terdepan dalam mendampingi jutaan perempuan prasejahtera nasabah PNM Mekaar.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menuturkan bahwa penciptaan lapangan kerja merupakan aspek krusial dari misi pemberdayaan perusahaan. 

Menurutnya, sejak bergabung dalam Danantara, PNM secara konsisten memperkuat perannya tidak hanya dalam memperluas akses modal bagi pengusaha ultra mikro, melainkan juga menyediakan peluang yang inklusif bagi generasi muda Indonesia.

"Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas. Karena itu, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas," jelas Kindaris sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui strategi tersebut, PNM memperlihatkan bahwa dampak pembiayaan tidak hanya berhenti pada tambahan modal. Setiap usaha yang berkembang mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menghadirkan kesempatan kerja baru, dan menebar manfaat bagi masyarakat luas.

Inilah efek berganda pemberdayaan yang terus ditingkatkan PNM bersama Danantara dalam menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih inklusif.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua