Breaking

Chandra Asri Jajaki Obligasi Rp2,25 Triliun, Pabrik CA-EDC Selesai 2027

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Selasa, 07 Juli 2026
Chandra Asri Jajaki Obligasi Rp2,25 Triliun, Pabrik CA-EDC Selesai 2027
ILUSTRASI, Chandra Asri tawarkan obligasi Rp2,25 triliun untuk mendukung pengembangan pabrik CA-EDC. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) tengah melakukan penawaran Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2026 dengan nilai total Rp2,25 triliun yang menawarkan tingkat kupon mencapai 10 persen. Di tengah langkah penghimpunan modal tersebut, perusahaan yang dikendalikan oleh konglomerat Prajogo Pangestu ini memastikan bahwa pengembangan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) terus berjalan sesuai rencana untuk diselesaikan pada tahun 2027.

Mengacu pada dokumen prospektus tambahan, emisi obligasi senilai Rp2,25 triliun ini terbagi dalam empat seri. 

Rinciannya, 
Seri A sebesar Rp1,32 triliun dengan tenor 370 hari dan kupon tetap 8,5 persen; 
Seri B senilai Rp532,2 miliar dengan tenor 3 tahun dan kupon 9 persen; 
Seri C sejumlah Rp177,5 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon 9,5 persen; serta 
Seri D senilai Rp221,8 miliar dengan tenor 7 tahun dan kupon 10 persen.

"Obligasi tersebut telah memperoleh peringkat idAA- dari Pefindo," sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (6/7/2026).

Periode penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 6—9 Juli 2026, dengan tanggal penjatahan pada 10 Juli 2026. Obligasi ini akan diterbitkan secara elektronik pada 14 Juli 2026 dan direncanakan untuk dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 15 Juli 2026.

Pihak perseroan menegaskan bahwa seluruh dana bersih yang diperoleh dari penerbitan obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pembelian bahan baku guna menunjang operasional perusahaan.

Di sisi lain, Chandra Asri terus memacu pembangunan proyek pabrik CA-EDC yang konstruksinya telah dimulai sejak tahun 2025 dengan target penyelesaian pada tahun 2027. 

Hingga September 2025, kemajuan pembangunan tercatat mencapai 33 persen, yang mencakup pekerjaan perataan lahan, pemadatan tanah, serta persiapan infrastruktur dermaga.

Perseroan menjelaskan bahwa pendanaan pembangunan pabrik CA-EDC hingga saat ini masih menggunakan kas internal. Nantinya, fasilitas ini akan dikelola oleh entitas anak usaha, yaitu PT Chandra Asri Alkali (CAA). 

Keberadaan fasilitas tersebut diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional dan mengurangi ketergantungan impor kimia bagi Indonesia.

Dengan kapasitas produksi mencapai 400.000 ton chlor alkali padat per tahun dan 500.000 ton ethylene dichloride (EDC) per tahun, pabrik ini diharapkan mampu menekan nilai impor chlor alkali hingga sekitar Rp4,9 triliun per tahun.

Lebih lanjut, seluruh produksi EDC ditargetkan untuk pasar ekspor, yang berpeluang menyumbang devisa sekitar Rp5 triliun per tahun.

Selain untuk kebutuhan grup, produk CA-EDC akan menjadi bahan baku bagi berbagai sektor industri hilir, seperti pengolahan air, kertas dan pulp, deterjen, alumina, hingga pemurnian nikel yang merupakan komponen kunci dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Chandra Asri memandang bahwa proyek ini akan mendukung program hilirisasi pemerintah serta meningkatkan daya saing industri kimia nasional.

Meskipun industri petrokimia masih menghadapi tekanan akibat kelebihan pasokan di tingkat regional serta ketidakpastian ekonomi global, pihak manajemen tetap optimistis mengenai prospek permintaan domestik. 

Perseroan meyakini bahwa diversifikasi bisnis ke sektor energi dan infrastruktur, ditambah dengan penambahan kapasitas melalui proyek CA-EDC, akan memperkuat ketahanan operasional dan rantai pasok dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua