Waskita Karya Pangkas Rugi Bersih Menjadi Rp1,91 Triliun di Semester I

ILUSTRASI, Waskita Karya catat pendapatan usaha Rp4,91 triliun pada semester I 2026. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00:05 WIB

JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) berhasil mencatatkan kenaikan tajam pada pendapatan usaha, sekaligus berhasil mengurangi nilai rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk selama paruh pertama tahun 2026.

Merujuk pada laporan keuangan per akhir Juni 2026 yang dipublikasikan pada Rabu (15/7/2026), perusahaan pelat merah di bidang konstruksi ini mengantongi pendapatan usaha mencapai Rp4,91 triliun. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 58,49% secara tahunan (year on year/YoY).

Kendati demikian, pertumbuhan pada pos pendapatan tersebut dibarengi dengan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 80,78% YoY menjadi Rp4,41 triliun pada enam bulan pertama 2026.

Situasi ini membuat laba bruto perusahaan mengalami koreksi sebesar 23,76% secara tahunan menjadi Rp504,20 miilar.

Setelah diakumulasikan dengan pos pendapatan dan beban lainnya, Waskita berhasil menerapkan langkah efisiensi serta menekan pengeluaran sehingga kerugian bersihnya menyusut. 

Waskita Karya melaporkan bahwa rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan berkurang sebesar 16,96% YoY menjadi Rp1,91 triliun pada semester I/2026, membaik dari posisi rugi bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,30 triliun.

Selaras dengan susutnya rugi bersih, nilai rugi per saham dasar WSKT juga mengalami perbaikan dari sebelumnya Rp80,17 menjadi Rp66,57 per lembar saham. 

Di sisi lain, beban keuangan yang ditanggung perseroan terlihat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,97% YoY menjadi Rp1,89 triliun.

Sementara itu, sampai dengan akhir Juni 2026, neraca keuangan Waskita Karya mencatat kepemilikan total aset sebesar Rp68,08 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,75% jika disandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2025 (year to date/YtD). 

Adapun pos liabilitas perusahaan turun 0,79% YtD menjadi Rp66,53 triliun. Kondisi keuangan ini menempatkan nilai ekuitas perseroan pada angka Rp1,55 triliun, atau merosot sebesar 57,74% YtD. Terakhir, posisi kas dan setara kas yang dipegang WSKT berada di angka Rp2,61 triliun.

Dilihat dari aspek operasional, Waskita baru saja memenangkan kontrak baru untuk pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 dengan nilai Rp2,1 triliun. 

Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PP-Waskita-WIKA, perseroan akan menyelesaikan konstruksi jalan sepanjang 8,1 kilometer yang bertempat di Magelang, Jawa Tengah.

Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, mengutarakan bahwa perolehan kontrak baru ini meliputi penyediaan jasa layanan konstruksi dari Simpang Susun (SS) Magelang hingga SS Borobudur. 

Cakupan pengerjaannya sendiri terdiri atas pembangunan jalan utama, jalan akses magelang, sampai dengan pelat beton. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata,” ujar Ari dalam siaran pers, Selasa (23/6/2026).

Sebagai informasi tambahan, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen ini direncanakan membentang sepanjang 75,12 kilometer untuk menghubungkan wilayah Yogyakarta dengan Kabupaten Semarang. 

Apabila seluruh seksi pada jalan tol ini sudah beroperasi secara penuh, durasi perjalanan dari Yogyakarta menuju Semarang diperkirakan terpangkas dari yang tadinya memakan waktu 3 – 4 jam menjadi hanya sekitar 1 jam saja.

Ari juga menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur baru ini pun ditargetkan mampu mengurai penumpukan kendaraan di jalan arteri utama, sekaligus memberikan kemudahan bagi pergerakan armada logistik.

Reporter: Gemilang Ramadhan