Gandeng IDSurvey, Danantara Perkuat Proyek Pengelolaan Sampah

ILUSTRASI, IDSurvey menyediakan layanan TIC untuk mendukung setiap tahap proyek pengelolaan sampah Danantara. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 16 Juli 2026 | 14:00:05 WIB

JAKARTA – PT Danantara Investment Management (DIM) melakukan kolaborasi dengan Holding BUMN Jasa Survei, PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey. Langkah ini diambil guna memperkokoh pengembangan sistem pengelolaan sampah yang terpadu di tanah air. Kemitraan strategis tersebut ditargetkan dapat menaikkan mutu proyek sekaligus memikat lebih banyak modal di bidang manajemen limbah serta energi terbarukan.

Direktur Utama IDSurvey Ari Sudono memaparkan bahwa pihaknya bakal bertindak sebagai mitra penjamin yang menyajikan jasa Testing, 

Inspection, Certification, Consultation, Classification, Statutory, Verification, dan Training (TIC Services). Layanan ini akan menyokong tiap fase proyek, mulai dari riset awal, masa pembangunan, masa operasional, hingga pasca-operasi.

Dia berpendapat, problem limbah merupakan persoalan strategis nasional yang memerlukan sinergi antarsektor, suntikan modal, dan penerapan tolok ukur yang ketat agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Transformasi pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi, penerapan prinsip keberlanjutan, dan penguatan tata kelola," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Ia menambahkan, pengembangan sistem manajemen sampah yang terintegrasi tidak sekadar menyentuh persoalan teknis, melainkan juga mencakup ranah lingkungan, sosial, investasi, hingga kepatuhan pada aturan yang berlaku. 

Oleh sebab itu, kehadiran badan independen yang memberikan kepastian mutu serta kepatuhan menjadi unsur krusial demi mendongkrak keyakinan penanam modal.

Di sisi lain, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman berpandangan bahwa manajemen sampah merupakan sebuah hambatan sekaligus prospek strategis bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Kolaborasi dengan IDSurvey diharapkan dapat memperkuat aspek kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan proyek melalui dukungan assurance yang komprehensif, sehingga mampu meningkatkan daya tarik investasi dan mempercepat implementasi berbagai solusi pengelolaan sampah modern di Indonesia," kata Fadli.

Melalui kemitraan ini, cakupan jasa yang ditawarkan IDSurvey meliputi telaah teknis dan studi kelayakan, pemeriksaan serta pengujian sarana, sertifikasi perangkat, verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), kajian dampak lingkungan, evaluasi risiko proyek, konsultasi teknis, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor manajemen limbah dan energi terbarukan.

Bukan cuma menjamin mutu dan keamanan proyek, sinergi ini juga ditargetkan untuk memperkukuh penerapan asas Environmental, Social, and Governance (ESG), pembuktian emisi, verifikasi nilai ekonomi karbon, serta mendongkrak pemakaian komoditas domestik lewat penerapan TKDN.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara lewat PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) secara resmi telah menetapkan 8 mitra sebagai pemenang lelang proyek waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) gelombang kedua. Proyek ini bakal didirikan di delapan wilayah yang melingkupi 20 kabupaten/kota.

Pemilihan mitra PSEL gelombang kedua ini selaras dengan dikeluarkannya conditional letter of award (CLOA) bagi delapan korporasi maupun konsorsium yang lolos pada 13 Juli 2026.

Kedelapan mitra tersebut di antaranya adalah SUEZ Insan Asia yang merupakan konsorsium gabungan korporasi Indonesia dan Prancis. SUEZ Insan Asia bakal mengoperasikan fasilitas PSEL kawasan aglomerasi Medan Raya dengan daya tampung manajemen sampah mencapai 1.700 ton per hari.

Berikutnya, ada Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) yang bakal mendirikan fasilitas PSEL untuk kawasan Kabupaten Bekasi.

Sementara untuk kawasan Lampung Raya bakal dikerjakan oleh Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas), yang merupakan konsorsium gabungan Indonesia dan China.

Gabungan entitas anak PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Chandra Waste Energy, bersama Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. dalam Masa Depan Energi Indonesia juga masuk sebagai salah satu mitra terpilih untuk PSEL Serang Raya yang berdaya tampung 1.161 ton per hari.

Untuk rekanan PSEL Semarang Raya dengan daya tampung 1.100 ton per hari, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. dari Prancis terpilih sebagai pemenang lelang. 

Di samping itu, Konsorsium Mentari Citra Lestari yang terdiri atas PT Bakrie Power, PT Acritas Karya Persada, dan SUS Indonesia Holding Limited lolos menjadi rekanan untuk PSEL Surabaya Raya.

Selanjutnya untuk PSEL Bogor Raya, rekanan yang lolos ialah Konsorsium MPM-CEVIA Enviro Inc. (PT Mega Power CEVIA). 

Terakhir untuk wilayah Yogyakarta Raya, mitra yang terpilih ialah Konsorsium Cakra Energi Lestari yang digawangi oleh PT Pertamina Power Indonesia, Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd., dan CITICC International Investment Limited.

Reporter: Gemilang Ramadhan