BESS Rambah Bisnis Wisata Kapal Phinisi di Kawasan Indonesia Timur
JAKARTA - PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) berencana masuk ke bisnis angkutan laut penumpang seiring dengan pembangunan satu unit kapal Phinisi GT540, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Terkait dengan rencana itu, BESS bakal menambah bidang usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Liner dan Tramper untuk Penumpang (KBLI 50111).
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Rabu (15/7/2026) ekspansi usaha ini ditujukan guna menyokong operasional kapal Phinisi yang bakal meladeni sejumlah rute pariwisata serta transportasi laut di wilayah Indonesia Timur mulai tahun 2027.
Jalur pelayaran yang disediakan mencakup Raja Ampat (RA), Taman Nasional Cendrawasih (TNC), Ambon-Raja Ampat (ARA), Ambon-Taman Nasional Cendrawasih (ATNC), serta Maumere-Ambon (MA).
Melalui penambahan armada itu, BESS memproyeksikan perolehan pendapatan perseroan bakal tumbuh berkisar 5 persen per tahun. Secara akumulatif, sumbangan pendapatan diproyeksikan menyentuh Rp142,72 miliar sepanjang periode 2027-2031 atau rata-rata berkisar Rp28,54 miliar per tahun.
Bukan hanya menambah lini bisnis, perseroan pun bakal menyelaraskan aktivitas usaha utama. BESS bakal mengalihkan bidang usaha dari Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk Barang (KBLI 50132) menjadi Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (KBLI 50121) dan Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (KBLI 50122).
Pihak manajemen memastikan, pergeseran itu tidak bakal berdampak pada aktivitas operasional utama milik perseroan. Kegiatan bongkar muat di kawasan pelabuhan, pelayaran antarpelabuhan, hingga jasa transshipment untuk komoditas batu bara serta nikel dipastikan tetap bergulir normal.
Modifikasi tersebut ditempuh supaya cakupan aktivitas usaha menjadi lebih cocok dengan operasional yang selama ini dipraktikkan sekaligus membuka potensi ekspansi bisnis pada sektor transportasi laut.
Agenda penambahan serta penyelarasan bidang usaha itu bakal diajukan demi memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 21 Agustus 2026.