Puradelta Lestari Targetkan Pra Penjualan Rp2,08 Triliun Sepanjang 2026

ILUSTRASI, PT Puradelta Lestari menargetkan pra penjualan Rp2,08 triliun sepanjang tahun 2026. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 16 Juli 2026 | 15:33:23 WIB

JAKARTA – Emiten milik grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) optimistis dapat membukukan target pra penjualan sebesar Rp2,08 triliun sepanjang 2026.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan optimisme tersebut ditopang oleh tingginya permintaan lahan industri, terutama dari sektor data center, yang dinilai tetap tangguh di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Target pra penjualan 2026 sebesar Rp2,08 triliun merupakan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi 2025, ditopang oleh tiga pilar penjualan lahan industri, produk komersial, dan hunian di Kota Deltamas," ujarnya, dikutip Kamis (16/7/2026).

Pada 2025, DMAS berhasil menjual sekitar 46 hektare lahan industri, di mana sektor data center menjadi motor utama dengan kontribusi mencapai 60% dari total penjualan lahan, disusul oleh sektor FMCG, makanan dan minuman (F&B), serta sektor industri lainnya.

Memasuki 2026, DMAS mencatat dalam pipeline permintaan lahan industri masih kuat.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pada awal 2026, permintaan lahan industri di pipeline kami masih sekitar 75 hektare dan lebih dari 70% berasal dari industri data center," imbuhnya.

Menurutnya lahan industri akan tetap menjadi tulang punggung utama pendapatan, di mana 88% pendapatan usaha berasal dari segmen industri, yang mencakup pelanggan dari sektor data center, FMCG, pangan dan turunannya, serta sektor lainnya.

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, DMAS menilai belum terjadi pergeseran signifikan pada minat investor terhadap kawasan industri. 

Dia menyebut minat investor terhadap lahan industri di Cikarang masih cukup solid. Sektor data center dinilai masih strategis mengingat kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia yang terus bertumbuh.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Menurut kami, minat investor akan tetap solid, khususnya dari sektor-sektor yang bersifat struktural dan tidak tergantikan, seperti data center dan otomotif," katanya.

Hingga kuartal I/2026, DMAS telah meraup marketing sales senilai Rp561,43 miIiar atau sekitar 27% dari target sepanjang 2026.

Dari sisi keuangan, kinerja emiten pengembang kawasan industri Kota Deltamas tersebut meraih pendapatan usaha sebesar Rp1,05 triliun pada kuartal pertama 2026, atau melonjak sebesar 107% dibandingkan dengan pendapatan usaha di kuartal pertama tahun 2025 sebesar Rp507,89 miliar.

Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha Perseroan. Lebih dari 90% dari total pendapatan usaha Perseroan berasal dari penjualan lahan industri, yaitu sebesar Rp1,03 triliun.

Selain segmen industri, pendapatan usaha perseroan juga berasal dari segmen komersial dan segmen hunian, masing-masing sebesar Rp11,20 miliar dan Rp8,15 miliar. Adapun segmen sewa dan segmen hotel, masing-masing menyumbang sebesar Rp4,44 miliar dan Rp4,04 miliar.

Sejalan dengan itu, pada kuartal I/2026, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp818,27 miIiar, atau menanjak 130% dari laba bersih kuartal pertama tahun 2025 sebesar Rp355,45 miliar. Sementara itu, marjin laba bersih tercatat sebesar 78%.

Reporter: Gemilang Ramadhan