Nusantara Infrastructure Fokus Garap Proyek Tol JORR Elevated Cikunir
JAKARTA - Operator jalan tol PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) tetap optimistis dapat mencatatkan kinerja keuangan yang gemilang dengan pertumbuhan pendapatan hingga dua digit pada tahun 2026. Guna mencapai target tersebut, META telah menyiapkan serangkaian strategi serta memperkuat seluruh lini bisnis yang dikelolanya sepanjang paruh kedua tahun ini.
Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure, Indah D.P. Pertiwi, menerangkan bahwa fokus utama strategi bisnis perusahaan pada semester II-2026 adalah melanjutkan disiplin dalam pengelolaan biaya serta belanja modal.
Pada sektor jalan tol yang menjadi pilar utama bisnis META, Indah memaparkan bahwa pihaknya tengah berupaya mendongkrak trafik kendaraan dengan meningkatkan layanan dan pengalaman pelanggan (customer experience) lewat kehadiran kampanye #TolnyaMakassar.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Kami juga memperkuat aspek digital melalui pengembangan Aplikasi NITA untuk semakin memudahkan pengguna jalan dalam mengakses informasi terkait jalan tol secara real-time," jelas Indah, Kamis (16/7/2026).
Sepanjang semester II-2026, META belum berencana untuk memulai proyek baru ataupun menggelar aksi korporasi anyar. Perusahaan saat ini masih memprioritaskan persiapan matang untuk pembangunan proyek strategis Jalan Tol JORR Elevated Cikunir–Ulujami.
Mengingat proyek ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan lokasinya berada di kawasan padat Jakarta, Indah menyebutkan bahwa META membutuhkan perencanaan yang sangat cermat serta koordinasi yang erat dengan para pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Indah mengemukakan bahwa langkah perusahaan di sisa tahun ini masih dibayangi oleh dinamika ekonomi global maupun domestik.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi biaya pendanaan, laju inflasi, hingga kebijakan seperti penerapan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) serta sistem pembayaran tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF).
Di samping itu, ia juga melihat bahwa sektor industri infrastruktur dituntut untuk terus menaikkan mutu pelayanan dengan tetap menjaga efisiensi biaya demi mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Tantangan lainnya adalah memastikan seluruh aset infrastruktur yang dikelola dapat terus memberikan pelayanan yang optimal, di tengah meningkatnya ekspektasi pengguna," pungkas Indah.