Harga Emas Turun Dua Minggu Beruntun, Waktunya Jual atau Beli?

Ilustrasi emas dunia (Sumber : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 20 Juli 2026 | 23:58:25 WIB

JAKARTA – Harga emas dunia mengalami pelemahan sepanjang perdagangan pekan lalu. Bagaimana prospek harga emas untuk minggu ini?

Pada Jumat (17/7/2026), harga emas dunia ditutup pada angka US$ 4.016,9 per troy ons setelah melonjak 1,02 persen dibandingkan hari sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mendorong harga emas untuk mencatatkan kenaikan mingguan, karena secara point-to-point nilainya masih melemah 2,53 persen.

Kondisi ini menandakan bahwa harga emas telah terkoreksi selama dua pekan secara beruntun. Perkembangan situasi di Timur Tengah menjadi beban bagi pergerakan harga emas, terutama akibat bentrokan yang terus terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Akhir pekan lalu, Amerika Serikat menyerang wilayah selatan Iran hingga merusak enam jembatan, sementara media Iran melaporkan adanya serangan di Kota Bushehr, Provinsi Lorestan. Sebagai balasan, Teheran menyerang basis militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait, Yordania, Bahrain, dan Oman.

Konflik di Timur Tengah tersebut memicu lonjakan harga minyak, di mana harga minyak jenis brent meroket hampir 16 persen pada pekan lalu. Jika harga energi terus melambung, dunia terancam mengalami inflasi tinggi yang akan direspons bank sentral berbagai negara dengan menaikkan suku bunga acuan.

“Eskalasi akan membuat proyeksi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) terus ada,” ujar Ryan McKay, Senior Commodity Strategist TD Securities, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada bulan ini tercatat sebesar 14,4 persen. Sementara itu, untuk rapat bulan September, probabilitasnya sudah mencapai 53,5 persen.

Karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil, memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga berada di level tinggi. Secara teknikal dalam perspektif mingguan, emas saat ini berada di zona bearish yang terlihat dari Relative Strength Index 14 hari di angka 36.

Meski begitu, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh angka nol yang menunjukkan posisi sangat jenuh jual atau oversold. Pada perdagangan pekan ini, harga emas sebenarnya memiliki potensi untuk naik dengan mencermati pivot point di US$ 4.033 per troy ons.

Harga emas kemungkinan akan menguji Moving Average 5 di US$ 4.079 per troy ons, di mana penembusan di titik tersebut dapat mendorong harga ke rentang US$ 4.096-4.196 per troy ons. Target yang paling optimistis berada di angka US$ 4.270 per troy ons.

Jika harga emas kembali turun, maka US$ 4.002 per troy ons dapat menjadi support terdekat. Support lanjutan berada di kisaran US$ 3.971-3.870 per troy ons, dengan target paling pesimistis berada di angka US$ 3.733 per troy ons.

Reporter: Akbar