Analisis CEO Indodax Terkait Pergerakan Harga Bitcoin dan Ethereum

Ilustrasi CEO INDODAX, William Sutanto. Indodax (Sumber : NET)
Penulis: Akbar
Senin, 20 Juli 2026 | 11:24:23 WIB

JAKARTA – Penurunan inflasi Amerika Serikat menjadi 3,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 dari 4,2 persen di bulan Mei 2026 ikut berdampak pada pasar keuangan global, termasuk aset kripto. Bersamaan dengan rilis data tersebut, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 64.600, sedangkan Ethereum di level US$ 1.900 pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mencatat Consumer Price Index bulan Juni turun 0,4 persen secara bulanan, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,2 persen. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak April 2020 akibat melemahnya harga energi, sehingga pasar melihat potensi kebijakan moneter yang lebih stabil.

CEO INDODAX, William Sutanto, menyebutkan bahwa pelaku pasar biasanya memantau data inflasi sebagai indikator ekonomi yang bisa memengaruhi dinamika pasar keuangan global serta Bitcoin.

“Data inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang diperhatikan pelaku pasar karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. Wajar apabila rilis data tersebut turut direspons oleh berbagai kelas aset, termasuk kripto. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi,” ujar William sebagaimana dilansir dari berita sumber.

William menuturkan bahwa perhatian pasar terhadap Ethereum juga menguat menjelang ETH Genesis Day yang diperingati tiap 30 Juli. Momen tersebut mengingatkan perjalanan Ethereum sejak diluncurkan pada 2015 serta kemajuan ekosistemnya saat ini.

“Saat ini Ethereum memasuki periode yang secara historis meningkatkan perhatian komunitas global terhadap perkembangan ekosistemnya. ETH Genesis Day menjadi momen untuk melihat bagaimana ekosistem tersebut terus berkembang sebagai fondasi berbagai inovasi blockchain, mulai dari smart contract, Decentralized Finance (DeFi), hingga tokenisasi aset atau Real World Assets (RWA),” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski begitu, William mengingatkan bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk kebijakan moneter Amerika Serikat serta dinamika geopolitik. Oleh sebab itu, investor harus mengambil keputusan investasi dengan bijak dan tidak hanya berdasar sentimen jangka pendek.

Reporter: Akbar