JAKARTA - Kalangan manajer investasi tetap optimistis harga emas akan kembali mencatatkan tren penguatan pada 2027.
“Kami memiliki rencana untuk kembali meningkatkan bobot emas. Pertanyaannya sekarang adalah kapan harus bertindak," kata Ian Samson, manajer portofolio multi-aset di Fidelity International, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kendati harga emas sempat terkoreksi hingga menyentuh level US$ 4.000 per troy ounce, Samson memandang prospek positif logam mulia tersebut untuk jangka panjang masih tetap terjaga.
Sebelumnya, Fidelity sempat mengubah posisi emas dari kelebihan bobot menjadi netral pada awal tahun ini. Penyesuaian tersebut dilakukan antara Januari hingga Februari 2026, sesaat sebelum tren kenaikan harga emas sempat terhenti.
Harga emas sendiri sempat bergerak turun dari rekor tertinggi di kisaran US$ 5.600 per troy ounce. Penurunan tersebut terakselerasi satu bulan kemudian akibat pecahnya perang di Iran.
Walaupun demikian, Fidelity tidak mengestimasi harga emas akan langsung kembali ke jalur kenaikan yang sama seperti sebelumnya.
“Dari perspektif taktis, saat ini ada banyak hambatan dan juga dorongan. Saya memperkirakan harga emas akan sedikit lebih tinggi pada akhir tahun daripada sekarang," beber Samson sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Fidelity memproyeksikan bahwa harga emas akan kembali memasuki fase pasar bullish pada 2027 mendatang.
Secara teknis, Samson memprediksi harga emas akan cenderung bergerak di area US$ 4.000 per troy ounce untuk sementara waktu sembari menunggu sinyal kekuatan yang jelas. Sinyal bullish moderat pertama diharapkan muncul saat rata-rata pergerakan harga dalam 50 hari atau harga emas kembali naik melampaui US$ 4.300 per troy ounce.
Dari sisi fundamental, Samson menyoroti bahwa permintaan dari bank sentral global tetap menjadi pendukung utama harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
“Jika Anda memiliki pembeli strategis struktural yang besar, hampir tidak dapat dihindari bahwa harga emas akan terdorong lebih tinggi,” bebernya sebagaimana dilansir dari berita sumber.