Saham Emiten Hermanto Tanoko Diserbu Investor, Ada Investasi 1 Triliun
JAKARTA – Saham emiten konglomerat Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), secara mendadak diburu investor pada sesi pertama perdagangan Senin (20/7/2026).
Sekitar pukul 09.57 WIB, harga saham Tanrise (RISE) melonjak 23,96 persen menjadi Rp 1.190 dengan volume 3,47 juta saham, frekuensi 2.207 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 4,05 miliar.
Peningkatan ini sangat signifikan dibandingkan perdagangan Jumat (17/7/2026), di mana volume transaksi hanya mencapai 705,1 ribu saham dengan frekuensi 521 kali dan nilai Rp 680,12 juta. Saat itu, harga saham RISE ditutup stagnan pada posisi Rp 960.
Aksi korporasi ini mencerminkan langkah ekspansi masif dari PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) sebagai perusahaan induk milik Hermanto Tanoko.
Dalam rangka mewujudkan visi membawa produk Indonesia ke kancah global, manajemen RISE telah melaksanakan prosesi groundbreaking pada Jumat (17/7/2026) untuk proyek terbaru mereka, VASA, UBUD.
Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 70.391 m2 atau 7,39 hektare yang berbatasan dengan Sungai Ayung, Ubud, serta menyerap total investasi sebesar Rp 1 triliun.
“Kehadiran VASA, UBUD tidak hanya menjadi bukti nyata dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing di level tertinggi, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wellness tourism kelas dunia di Bali,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan manajemen RISE, serta melibatkan konsorsium profesional seperti PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama.
Selain itu, hadir pula pihak dari Duta Cermat Mandiri, Hadiprana, Benjamin Gideon & Associates, Makesthi Enggal Engineering, serta Rekagriya yang turut bersinergi dalam pembangunan tersebut.
Rangkaian acara tersebut diawali dengan prosesi adat bersama tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal.