Daftar Harga BBM Negara ASEAN Per Juli 2026, Mana Paling Murah?
JAKARTA – Lembaga riset dunia, Global Petrol Prices, telah merilis data harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai negara terhitung per 13 Juli 2026. Lembaga tersebut mengurutkan negara berdasarkan harga BBM paling mahal hingga paling murah, meskipun jenis BBM seperti RON 92 atau RON 95 tidak dijelaskan secara rinci.
Beberapa negara di kawasan ASEAN masuk ke dalam daftar tersebut dengan penetapan harga BBM yang beragam.
Variasi harga bensin di setiap negara terutama dipengaruhi oleh kebijakan subsidi serta pajak dari masing-masing pemerintah. Pada dasarnya seluruh negara membeli minyak mentah dari pasar internasional dengan harga dasar yang sama, tetapi penetapan pajak dan subsidi yang berbeda membuat harga eceran ke konsumen bervariasi.
Rata-rata harga bensin di tingkat global saat ini berada pada angka US$ 1,47 atau setara Rp 26.287 per liter. Meski begitu, rentang harga bensin antarnegara sebenarnya sangat bervariasi.
- Di Singapura, harga BBM per 13 Juli 2026 berada di angka US$ 2,324 per liter atau sekitar Rp 41.759 per liter.
- Sementara itu, harga BBM di Kamboja ditetapkan sebesar US$ 1,320 per liter atau sekitar Rp 23.606 per liter.
- Untuk wilayah Thailand, BBM per 13 Juli 2026 dijual mendekati angka US$ 1,345 per liter atau sekitar Rp 24.055 per liter.
- Di Vietnam, BBM dipasarkan seharga US$ 0,792 per liter atau setara Rp 14.168 per liter.
Adapun harga BBM di Indonesia yang tercatat oleh Global Petrol Prices mencapai US$ 0,942 atau sekitar Rp 16.851 per liter, tanpa rincian jenis BBM yang dimaksud.
Selanjutnya, harga BBM di Malaysia dijual sebesar US$ 0,852 per liter atau setara Rp 15.238 per liter.
PT Pertamina telah menetapkan penyesuaian harga BBM terbaru di seluruh wilayah Indonesia pada bulan Juli 2026. Penurunan harga tercatat pada jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Saat ini harga Pertamax (RON 92) bernilai Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) dijual Rp 17.000 per liter. Adapun BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar masing-masing bertahan pada harga Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
Mengenai hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan adanya kemungkinan penurunan harga BBM jenis Pertamax dalam waktu dekat. Peluang penurunan ini seiring dengan tren melandainya harga minyak dunia dan acuan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).
"Bahkan ada potensi untuk beberapa jenis BBM, ketika harga minyak dunia turun, kami sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta, termasuk Pertamina, untuk segera melakukan penyesuaian," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta sebagaimana dilansir dari berita sumber.