Pramono Targetkan IPO Bank Jakarta dan PAM Jaya 2027 Kurangi Beban APBD

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 21 Juli 2026 | 00:26:26 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan dua BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, yakni Bank Jakarta dan PAM Jaya, akan menjalankan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2027. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pramono menjelaskan Pemprov DKI akan menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada 2027, yang telah mendapat persetujuan prinsip dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Dana obligasi akan digunakan untuk proyek layanan publik seperti LRT Manggarai-Dukuh Atas, RSUD, dan unit sekolah.

“Sehingga di 2027 ini kalau obligasi bisa berjalan dengan baik, mudah-mudahan untuk IPO dua BUMD yang ada, sebelumnya masih dikontrol Pemda dan juga oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta yang berkaitan dengan air dan bank,” ujar Pramono dalam sambutannya di acara Capacity Building tentang penerbitan obligasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menegaskan jika rencana IPO dan obligasi berjalan lancar, APBD akan lebih sehat dan pembangunan Jakarta tidak semata-mata bergantung pada APBD.

Bank Jakarta ditargetkan IPO dengan pembentukan budaya kerja solid sebagai syarat mutlak. Pramono menekankan pentingnya keterbukaan dan kepercayaan publik agar Bank Jakarta mampu tumbuh sehat dan kompetitif.

Sementara itu, PAM Jaya direncanakan melepas 30 persen saham melalui IPO pada 2027. Dengan langkah ini, perusahaan diharapkan lebih akuntabel dan efisien dalam melayani kebutuhan air bersih warga Jakarta.

Reporter: Ibtihal